Beritatangsel.com — Istilah Kopitiam sudah tidak lagi asing sekarang. Pasalnya, usaha Kopitiam sedang marak di Indonesia. Istilah kopitiam sendiri memiliki arti ,”Warung Kopi”. Jenis usaha ini sudah ada sejak tahun 1800 dan dimulai sejak migrasi etnis Tionghoa dari Hainan ke kawasan negara ASEAN untuk mencari pekerjaan. Di Indonesia sendiri, jenis usaha ini sudah ada sejak tahun 1983 di beberapa wilayah terutama di Singkawang, Medan dan Pontianak. Pada mulanya, kopitiam hanya menyajikan makanan seperti telur, roti dan kueh-kueh khas peranakan. Namun, seiring waktu, kopitiam juga menyediakan makanan-makanan lain seperti nasi, kwetiau dan bakmi. Kopitiam menjadi salah satu usaha jenis warung kopi yang favorit bagi masyarakat karena seleksi sajian menu yang beragam. Lantas, apa saja sih menu yang dapat disantap di kopitiam?
Dim Sum
“Dim Sum” memiliki arti “menyentuh hati”. Makanan yang berasal dari provinsi Guangdong, China ini beragam dimulai dari sajian kecil yang dikukus atau digoreng.

Roti Srikaya
Tidak seperti namanya, Roti Srikaya merupakan roti yang disajikan dengan selai Kaya. Selai ini berasal muasal dari provinsi Hainan, China. Selai Kaya sendiri merupakan selai yang dibuat dari perpaduan antara santan kental dan kuning telur yang dimasak diatas api kecil dalam beberapa waktu. Jenis roti yang digunakan beragam; bisa dari roti manis kosong hingga roti tawar yang dipanggang. Untuk menambah kenikmatan, roti Srikaya dipadukan dengan mentega saat disajikan

Roti Canai
Roti Canai merupakan roti khas india yang dibuat dari tepung, air dan lemak. Tidak seperti roti pada umumnya, roti ini cenderung tidak mengembang dan sedikit garing. Di Indonesia sendiri, roti ini pada umumnya dimakan dengan gula atau kari. Di daerah seperti Malaysia, roti ini dipadukan dengan telur, susu milo atau kari

Ragam sajian Mi, Bihun atau Kwetiau
Ragam sajian Mi berasal dari China sejak zaman dinasti Shang. Sedangkan Mi yang dibuat dari tepung beras berasal dari dinasti Han. Pada zaman tersebut, Mi disajikan dengan jenis makanan berkuah seperti sup. Pasalnya, sup merupakan salah satu makanan yang sudah dikonsumsi sejak zaman dinasti Shang. Di zaman sekarang, terdapat beragam sajian Mi dari Mi kuah atau Mi goreng.

Ditulis oleh
Angelica Natasha
Universitas Prasetiya Mulya









