Beritatangsel.com — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, LPPM UBSI berkolaborasi dengan mitra Sanggar Teater Anak Muda melalui edukasi intensif bagi Talenta Sanggar Teater Anak Muda.
Kegiatan PKM yang bertajuk “Penerapan Manajemen Keselamatan yang Aman dan Akurat Pada Sanggar Teater Anak Muda” ini diselenggarakan dengan tujuan utama memperkuat kemampuan dan kesadaran anggota sanggar teater dalam memahami manajemen keselamatan yang aman dan akurat bagi para anggota atau talenta sanggar. Sanggar Teater Anak Muda sendiri dikenal sebagai wadah bagi anak muda dalam menyalurkan bakat di bidang seni peran.
Ketua Pelaksana PKM, Fadli Ilyas, menjelaskan pentingnya kegiatan ini. “Sanggar Teater Anak Muda adalah talenta budaya dan seni peran yang perlu dijaga dan dikembangkan secara profesional. Penerapan manajemen keselamatan adalah kunci agar para talenta ini dapat menjaga diri dengan pembekalan manajemen keselamatan yang aman dan akurat. Kami berharap edukasi ini menjadi bekal bagi Sanggar Teater Anak Muda untuk memberikan pemahaman terbaik bagi setiap talenta yang didominasi gen Z,” ujar Fadli.
Tim Dosen LPPM UBSI yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari: Fadli Ilyas (Ketua Pelaksana), Fahrizal (Anggota sekaligus narasumber), Heri Kuswara (Anggota), dan Kasmin (Anggota).

Materi utama dalam edukasi ini disampaikan oleh Fahrizal, yang berfokus pada strategi manajemen keselamatan yang aman dan akurat. Fahrizal menyampaikan, “Talenta sanggar bukan hanya pemeran, tetapi juga duta seni yang bertugas menyampaikan pesan moral lewat seni peran. Kami memberikan materi tentang memahami konsep keselamatan khususnya bagi para talenta sanggar dimanapun berada khususnya pada saat berada di sanggar teater.”
Selain materi terkait layanan wisatawan, tim UBSI juga memberikan wawasan tentang pemanfaatan teknologi digital untuk menambah wawasan pamahaman keselamatan. Fadli Ilyas dan Heri Kuswara turut serta dalam sesi diskusi interaktif, membahas solusi praktis atas tantangan yang dihadapi Sanggar Teater Anak Muda di lapangan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Sanggar Teater Anak Muda dan para talenta sanggar. Mereka menilai pelatihan dari UBSI sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan desa wisata mereka, terutama dalam menghadapi arus kunjungan wisatawan yang terus meningkat.

LPPM UBSI berharap sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas sanggar ini dapat terus berlanjut, menciptakan model pengembangan seni peran yang ideal—menggabungkan keunggulan akademik dengan kekayaan kearifan lokal.







