Beritatangsel.com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Pondok Betung berlangsung lancar dan kondusif.
Kegiatan ini menjadi forum tahunan sebagai wadah penyerapan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Musrenbang digelar di Aula Kelurahan Pondok Betung, pada Kamis (29/01/2026).
Musrenbang tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan, di antaranya Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Camat Pondok Aren Hendra, Sekretaris Camat Ma’mun, Lurah Pondok Betung Rachmat, Sekretaris Lurah Jalaludin beserta jajaran, Anggota Komisi DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahmat Hidayat, Fasilitator dari Bappelitbangda, Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa,Karang Taruna, PKK, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga yang diwakili oleh RW dan RT.
Lurah Pondok Betung, Rachmat, mengatakan Musrenbang merupakan forum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan di wilayahnya.
“Alhamdulillah Musrenbang di Kelurahan Pondok Betung berjalan lancar. Ini adalah forum tahunan yang menjadi wadah aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh masyarakat serta warga yang telah aktif menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari penanganan banjir, penerangan jalan umum (PJU), pemberdayaan masyarakat, hingga permasalahan infrastruktur jalan.
Dalam kesempatan tersebut, Pilar juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah melalui program bank sampah. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memiliki regulasi terbaru terkait tim percepatan penanganan sampah yang digagas oleh Wali Kota Tangerang Selatan.
“Saya menyampaikan kepada masyarakat, khususnya di Pondok Betung, terkait pengelolaan sampah. Lurah kami dorong untuk menggerakkan setiap RW agar memiliki minimal satu bank sampah,” kata Pilar.
Menurutnya, keberadaan bank sampah di setiap RW diharapkan mampu mengurangi volume sampah hingga 30 persen, atau setara dengan pengelolaan satu ton sampah per hari, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan di forum ini bisa diikuti, disosialisasikan, dan benar-benar terwujud. Setiap kelurahan di Tangsel minimal memiliki satu bank sampah di setiap RW,” tambahnya.
Pilar berharap Kelurahan Pondok Betung dapat terus berkembang menjadi wilayah yang lebih maju. Ia menilai Pondok Betung sebagai kawasan strategis yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap Pondok Betung semakin maju, masyarakatnya lebih sejahtera, pelayanan kesehatan dan pendidikan semakin baik. Tidak ada alasan Pondok Betung tidak berkembang,” pungkasnya.
(Alan Pratama)







