Mengenang 40 Hari Hj. Sulmah Binti H,Sambas

banner 468x60

Beritatangsel.com – Kematian merupakan perpisahan antara ruh dengan raga. Kematian akan mengantarkan manusia ke kehidupan yang abadi. Kematian juga akan memusnahkan segala nikmat yang manusia peroleh dan nikmati selama di dunia. Hal ini disampaikan. Senin(05/01/2026).

Ratusan pelayat hadir diantaranya Ustadz Ismail,Ustadz Sumardi,Ustadz Jaka India/Andi Munir, Ustadz Edy Prayitno, Ustadz Muzakir,
Dan tampak hadir keluarga dari keluarga muslim + asuroh*
Anak2 baba Muslim :
1. Nur Aliyah 2. Nur Azizah (almh) 3. Nurhamidah 4. Nurhayani (almh) 5. Mulyanah
6. Nurzanah (almh)
H.Syariefudiin syam (alm)+Nanie Anisa(alm)
1.M.Rizki ferdiansyah(alm)+Neneng herawati
Anak 1.Chiga, 2.syifa choirunissa 3.Aisyah humairoh 2.Siti Rizma damayanti +efendi
Anak 1.zidan 2.sadam ibnu 3.kayla 4.putri kandita,3.Rizka trisnawati+awaludin,Anak 1.Ezzar pratama 2.Ahmad syarif,
4.Lala nurmala sari +Agung hery Anak 1.kiki
2.Naira 5.M.ilmi hatta+Arfah,Anak 1.M.Malik
Hj. Saemah + Murdih+Madanih ( alm)
1.Nurhidayah + Aang 1.Fahmi + Niah 2. Andri dwi jayanti + Melih 1.Defa 2.Defin 2.Nurherliyanti + joni. S 1.M.iman + ana 2.Farah dwinovianti.3.Nurliana+ Slamet
1. Elvera + Wahyu 1.Abi 2.Rama+ futri 3.Zaki
4.Nurdiana + Yusuf 1.Maharani 2.A.Raivan
5.Nurfazriyah + Safe’i 1.Sabrin Davi 2.Hamzah 3.Rusdan 6.Nurasriyah + Najih 1.Alivia 2.Reva 3.Revi 7.verawati+ ajay 1.A.Farid 2.Ilyas 8.Ridwan arifin + Tati Apriati 1. zevanna 2. Kaiza 3. Shanum 9.Nursaidah
10.Mirwan syah + dewi 11.vivi febriyani + Supardi 1.Akbar 2.Arif,
untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat itu. Di tengah duka yang menyelimuti keluarga besar, tausiah yang disampaikan Ustad Saefullah(Dewan Kebudayaan Banten) dari Vila Dago Pamulang akrab disapa Chapchay menjadi pusat perhatian malam itu.

Dalam ceramahnya,Ustad Saefullah menegaskan bahwa kematian merupakan peristiwa pasti yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Ia menyebut kematian sebagai pemisahan ruh dan raga yang mengantar manusia memasuki kehidupan akhirat, tempat seluruh amal perbuatan dipertanggungjawabkan.
“Kematian itu pasti. Ia datang kepada siapa saja, tanpa memandang usia, jabatan, maupun kondisi apa pun,” ujarnya.
Ia merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 57 yang menyatakan bahwa setiap makhluk bernyawa akan merasakan mati, kemudian dikembalikan kepada Sang Pencipta.


“Ayat ini mengingatkan kita bahwa waktu dan cara kematian tidak pernah diketahui. Semuanya menjadi rahasia Allah,” tuturnya.

Hj Sulmah meninggal pada usia 74 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RS Sari Asih Ciputat. Ia mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 27 November 2025 pukul 16.00 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muslim dan Sambas yang terdiri dari sepuluh anak, sejumlah menantu, serta puluhan cucu yang selama ini dekat dengannya.

Hartono, Ketua RT 001/008 Rempoa, menyampaikan bela sungkawa mewakili lingkungan setempat. Ia menilai almarhumah sebagai sosok yang ramah, aktif berinteraksi, dan dikenal tekun mengikuti kegiatan keagamaan. “Beliau orang baik dan hangat. Kehilangannya terasa bagi warga,” kata Hartono.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan. Takziah ini bukan hanya menjadi momentum berbagi duka, tetapi juga ruang refleksi bagi masyarakat untuk kembali mengingat hakikat kehidupan—bahwa setiap insan pada akhirnya akan pulang kepada Sang Khalik. (Hasan)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *