Beritatangsel.com — PT Pegadaian terus memperkuat transformasinya sebagai pelopor Bank Emas di Indonesia melalui pengembangan layanan bullion terintegrasi. Langkah tersebut menjadikan Pegadaian sebagai House of Gold nasional sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu institusi pengelola emas terbesar di Tanah Air.
Hingga April 2026, total ekosistem kelolaan emas Pegadaian tercatat mencapai 145 ton. Angka tersebut berasal dari berbagai layanan emas yang dimiliki perusahaan, mulai dari gadai emas, tabungan emas, cicil emas, hingga layanan bullion modern.
Sementara itu, layanan Tabungan Emas Pegadaian tercatat telah menembus lebih dari 20 ton. Capaian ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian sebagai mitra investasi dan pengelolaan emas yang aman dan terpercaya.
Sebagai pionir Bank Emas di Indonesia, Pegadaian kini menghadirkan tujuh layanan berbasis emas yang membentuk ekosistem finansial emas terlengkap di Indonesia. Layanan tersebut meliputi Gadai Emas, Tabungan Emas, Cicil Emas, Deposito Emas, Bullion Trading atau perdagangan emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Pinjaman Modal Kerja Emas.
Khusus pada layanan bullion atau Bank Emas, Pegadaian menghadirkan empat layanan utama yakni deposito emas, perdagangan emas fisik bersertifikat, jasa titipan emas korporasi, serta pinjaman modal kerja emas. Seluruh layanan itu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong emas sebagai aset produktif yang mampu memberikan imbal hasil sekaligus mendukung kebutuhan likuiditas masyarakat maupun pelaku usaha.
Pertumbuhan ekosistem emas Pegadaian juga didorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi safe haven di tengah dinamika ekonomi global. Kenaikan harga emas dunia turut memperkuat minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen yang dinilai stabil dan tahan terhadap inflasi.
Di sisi lain, kekuatan jaringan Pegadaian yang didukung lebih dari 4.000 outlet serta layanan digital melalui aplikasi semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan emas. Kondisi tersebut menjadikan Pegadaian memiliki jaringan dan ekosistem yang matang untuk menjangkau pasar nasional secara lebih luas.
Pegadaian Kantor Wilayah IX yang membawahi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Provinsi Banten juga turut memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan Bank Emas yang mudah diakses, aman, dan terpercaya.
Pemimpin Pegadaian Kantor Wilayah IX, Maryono mengatakan transformasi Pegadaian sebagai Bank Emas menjadi tonggak penting dalam membangun masa depan industri emas nasional yang lebih terintegrasi.
“Dengan dukungan jaringan pelayanan yang luas dan transformasi digital yang terus berkembang, Pegadaian Kantor Wilayah IX siap menghadirkan pengalaman investasi emas yang lebih mudah dan efisien bagi masyarakat,” ujar Maryono.
Melalui inovasi layanan bullion terintegrasi, Pegadaian optimistis dapat terus memperkuat devisa negara, mendukung integrasi rantai pasok industri emas nasional dari hulu hingga hilir, serta memperluas inklusi keuangan di Indonesia.
Dengan semangat transformasi tersebut, Pegadaian semakin mantap menegaskan posisinya sebagai Raja Ekosistem Emas Indonesia.









