Tasya Kamila Apresiasi Kurikulum High Flyers 4.0, Kemampuan Bahasa Inggris Putranya Meningkat Signifikan

banner 468x60

JAKARTA,BERITATANGSEL.COM – Mantan penyanyi cilik sekaligus ibu muda, Tasya Kamila, mengungkapkan perkembangan positif yang dialami putranya, Arrasya Wardhana Bachtiar, setelah mengikuti program pembelajaran bahasa Inggris di English 1. Menurut Tasya, perubahan terbesar yang dirasakan bukan hanya pada nilai akademik, tetapi juga pada kepercayaan diri Arrasya dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Arrasya yang kini duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar sebelumnya kerap merasa ragu dan takut melakukan kesalahan saat berbicara dalam bahasa Inggris. Namun, setelah mengikuti program sejak taman kanak-kanak, kemampuan komunikasinya berkembang pesat.

“Nilai bahasa Inggrisnya di sekolah awalnya C, sekarang sudah menjadi A. Jadi les bahasa Inggris di English 1 itu terbukti memberikan perubahan positif yang signifikan,” ujar Tasya dalam sebuah diskusi pendidikan yang digelar English 1 di Jakarta.

Saat ini, Arrasya telah memasuki kategori High Flyers, sebuah program yang dirancang khusus untuk anak usia 7 hingga 9 tahun. Program tersebut menjadi bagian dari peluncuran kurikulum terbaru English 1, yaitu High Flyers 4.0.

President Director English 1, Matthew Kenley, menjelaskan bahwa High Flyers 4.0 merupakan pembaruan kurikulum terbesar yang pernah dilakukan lembaga tersebut. Kurikulum ini dirancang untuk membekali anak-anak dengan kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata sehari-hari.

“High Flyers 4.0 bukan sekadar pembaruan buku teks. Kami meredefinisi bagaimana anak-anak Indonesia belajar bahasa Inggris dengan menghubungkan pengetahuan dan kemampuan praktis,” katanya.

Kurikulum tersebut mengacu pada standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR) dan Cambridge English: Young Learners (YLE). Setiap materi pembelajaran memiliki target capaian yang jelas dan terukur, sehingga peserta didik dapat mengetahui perkembangan kemampuan mereka secara bertahap.

Academic Operations Manager English 1, Kurniasari Anindita, menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran difokuskan pada praktik langsung. Anak-anak diajak aktif berinteraksi melalui berbagai kegiatan, termasuk simulasi percakapan, role play, serta aktivitas berbasis visual.

Menurut Tasya, metode yang menyenangkan membuat Arrasya tidak merasa terbebani saat belajar. Ia menilai proses pembelajaran lebih menyerupai aktivitas bermain yang tetap efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak.

Selain kemampuan berbicara, Tasya juga melihat manfaat pada aspek membaca dan berpikir kritis. Materi narrative reading dalam kurikulum High Flyers dinilai membantu anak memahami berbagai cerita sekaligus melatih kemampuan analisis dan pemecahan masalah.

Sebagai bagian dari transformasi digital, English 1 juga menghadirkan aplikasi High Flyers yang menghubungkan guru, murid, dan orang tua dalam satu platform. Melalui aplikasi tersebut, orang tua dapat memantau perkembangan belajar anak secara lebih mudah dan real time.

English 1 menargetkan penerapan penuh kurikulum High Flyers 4.0 di seluruh pusat pembelajarannya di berbagai kota besar Indonesia sepanjang tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pembelajaran bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan global saat ini.(Rilis/joy)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *