DLH Angkut Tumpukan Sampah di Jalan AMD Kelurahan Sawah Ciputat

banner 468x60

Beritatangsel.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan mulai melakukan pengangkutan tumpukan sampah yang menggunung di Jalan AMD, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, pada Rabu (28/1/2026).

Langkah ini dilakukan menyusul krisis pengangkutan sampah yang terjadi di sejumlah wilayah Ciputat akibat kendala operasional di TPA Cipeucang.
‎Dalam beberapa pekan terakhir, tumpukan sampah kerap ditemukan di berbagai ruas jalan di wilayah Ciputat, termasuk di Jalan AMD.

Kondisi tersebut menimbulkan aroma menyengat, mengganggu aktivitas warga, serta memicu kemacetan lalu lintas. Bahkan, di beberapa titik, tumpukan sampah dilaporkan mencapai ketinggian pagar pembatas jalan.

‎Penumpukan sampah terjadi akibat proses penataan dan perbaikan TPA Cipeucang di Serpong, yang berdampak pada terganggunya operasional truk pengangkut sampah.

Akibatnya, pengangkutan tidak dapat dilakukan secara rutin seperti biasanya.
‎Untuk mengatasi kondisi tersebut, DLH Kota Tangerang Selatan melakukan sejumlah langkah darurat, di antaranya pengangkutan sampah secara bertahap ke TPS3R serta pengalihan pembuangan sampah ke luar daerah, seperti Cileungsi dan Serang, guna mengurangi volume sampah yang menumpuk.

‎Khusus di wilayah Jalan AMD, RT 004/RW 007, Kelurahan Sawah, tim dari DLH bersama Kelurahan sempat melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi pengelolaan dan bank sampah setempat. Dalam kondisi darurat, jadwal pengangkutan rutin pun mengalami penyesuaian. Petugas kebersihan, dibantu aparat gabungan TNI dan Polri, turut dikerahkan secara berkala untuk membersihkan sampah yang berserakan di jalan.

‎Untuk mempercepat proses penanganan, satu unit ekskavator berukuran kecil juga telah disiagakan guna mengangkut jejeran sampah yang ditutup terpal plastik.

‎Sebelumnya, persoalan penumpukan sampah di Kota Tangerang Selatan sempat menjadi sorotan publik. Sampah tidak terangkut selama beberapa waktu akibat keterbatasan daya tampung dan penataan lahan di TPA Cipeucang.

‎Lurah Sawah, Mega Romala, S.Kom., M.M., mengakui bahwa pihaknya sempat mengalami penumpukan sampah di wilayahnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pengelolaan serta belum optimalnya kerja sama dengan daerah lain.

‎“Kemarin kita sempat mengalami penumpukan sampah, salah satunya karena keterbatasan pengelolaan dan belum adanya kerja sama dengan daerah lain, sehingga pengangkutan sampah sempat terhambat. Untuk itu kami sangat membutuhkan bantuan dan partisipasi aktif dari para Ketua RT, salah satunya Bapak Abdul Aziz Alatas, serta Ketua RW Agus Suhaemi,” ungkapnya kepada awak media.

‎Ia menambahkan, langkah penanganan darurat sampah tersebut telah disepakati bersama oleh seluruh unsur terkait.

‎“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Semoga dengan langkah ini, darurat sampah di Tangerang Selatan benar-benar dapat teratasi dan kota kita bisa kembali bersih,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Mega Romala menjelaskan bahwa saat ini telah diterbitkan edaran yang mewajibkan setiap RW, khususnya di Kelurahan Ciputat, untuk memiliki satu bank sampah.

Oleh karena itu, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), keberadaan bank sampah perlu kembali diusulkan dan diperkuat.

‎Selain bank sampah, setiap RW juga diwajibkan memiliki lubang komposter alami sebagai sarana pengelolaan sampah organik. Program tersebut akan dikombinasikan dengan pembuatan biopori, yang tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, tetapi juga sebagai media pengolahan sampah organik.

‎Pemerintah Kelurahan Sawah bersama DLH pun mengimbau masyarakat agar tetap bersabar dan mematuhi aturan pembuangan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) yang telah ditentukan, demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bersama.

(Hasan Azhari)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *