Beranda Berita Photo Pengacara Muda Dan Kepala Sekolah SMP Di Banten Dapatkan Gelar Doktor Lulusan...

Pengacara Muda Dan Kepala Sekolah SMP Di Banten Dapatkan Gelar Doktor Lulusan Universitas Diponegoro

BERBAGI

Tangerang,Beritatangsel.com – Pengacara muda dan Kepala Sekolah SMP di Islamic Boarding School Pondok Pesantren Ardaniah Pusat Banten, sudah mendapatkan dan menyandang gelar pendidikan Doktoral/S3 di Universitas Diponegoro Semarang, pada Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik. Beliau bernama Jamadi, asal Ciwandan, Cilegon, yang merupakan salah seorang ustadz yang tetapi tidak mau dipanggil Ustadz. Tetapi, lebih akrab dipanggil bang Jem.

Rencana ke depan Bang Jem usai menyandang gelar Doktor, ia menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan pendidikan sampai S3 itu biayanya mahal serta harus banyak hal yang ikut dikorbankan.

Menurutnya, mulai dari SD sampai S3 itu biaya sekolahnya banyak yang menunggak bayaran. Jadi Bang Jem tidak menyia-nyiakan gelar tersebut, dan Bang Jem bersyukur kepada Allah SWT yang kini sudah dikabulkan semua doanya.

Lanjut Bang Jem, orang tua dan sang istri pun sudah mendukung segala aktivitasnya. Karena yang namanya belajar harus menjadi sebuah kewajiban.

“Kalau berkaitan dengan belajar, misalkan punya sawah dan ladang pasti saya jual, tapi sayangnya tidak ada.” ucap Bang Jem.

Bang Jem menyebutkan bahwa menyelesaikan S3 tersebut harus punya perjuangan serta penuh pengorbanan. “Karena saya bukan berasal dari keluarga berada. ” jelas Bang Jem.

“Namun, saya buktikan orang miskin pun bisa menyelesaikan pendidikan S3 tanpa bantuan pemerintah, maka generasi penerus jangan sampai menyerah.” lanjut Bang Jem.

Menurutnya, ada beberapa orang yang tidak bisa menempuh pendidikan S3, ada yang punya biaya, tetapi tak ada waktu untuk kuliah sampai S3.

Kunci utama dalam melakukan itu semua adalah libatkan Allah dalam semua kondisi. Hingga, walaupun tak punya waktu maupun biaya, tetapi mereka pasti akan tetap bisa menempuhnya.

Baca Juga :  Jelang KTT AIS di Bali, PLN Berkomitmen Jaga Pasokan Listrik

“Pokoknya niat dan kemauan dulu, baru ada jalan.” jelas Bang Jem.

Bang Jem pun menjelaskan bagaimana perkuliahan di pendidikan S3, S3 tersebut didominasi oleh kegiatan penelitian serta pengembang teori-teori baru yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang dipilih.

“Dalam hal ini saya mengambil konsentrasi dalam bidang Administrasi Bisnis dengan judul Disertasi “Peran Proactive Dynamic Knowledge Sharing dalam Memediasi Kemampuan Integration, Reconfiguration, Learning Upaya Meningkatkan Kinerja Karyawan.” ucap Bang Jem.

“Seseorang Akademisi dan sekaligus Advokat belajar itu wajib karena setiap hari berinteraksi dengan Klien ataupun partner.” imbuhnya.

Kini, penampilan serta modal tidak cukup, tetapi perlu kecerdasan yang perlu ditonjolkan.

“Cerdas adalah modal utama seorang advokat sehingga dapat memberikan pendampingan maksimal terhadap kliennya.” Lanjut Bang Jem

Menurut Bang Jem, modal paling penting bagi seorang akademisi serta pendidik hingga ada pengetahuan yang bisa di bagikan ke peserta didik lain. (Red)