Gelar Seminar Tingkatkan Literasi Digital Dikalangan Pemuda, Kemenpora Gandeng Lembaga PIN

Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda PLH. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Bapak Esa Sukmawijaya, S.P., M.Si saat Sambutan Acara
banner 468x60

BeritaTangsel.com, BOGOR – Sebelum tahun berganti, aktivitas kepemudaan nampaknya masih terus bergelora di tepi luar ibukota, tepatnya di daerah Ciseeng, Kabupaten Bogor. Di akhir penghujung tahun 2021 ini, terdapat kegiatan yang berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 29-30 Desember 2021 berupa Seminar Literasi Digital Pemuda di Rumah Makan Pelita Desa, Putat Nutug Ciseeng Kabupaten Bogor.

Seminar Literasi Digital Pemuda bertajuk “Membangun Generasi Digital Bagi Pemuda di Era Pandemi” Merupakan wujud sinergi antara Pemuda Investasi Nusantara dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dihadiri oleh Pejabat Tinggi Kemenpora yaitu Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda PLH. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Bapak Esa Sukmawijaya, S.P., M.Si serta dihadiri juga oleh Camat Ciseeng Yang diwakilkan Oleh Kasubag Umpeg Hambali, S.Sos.

Peserta yang hadir sebanyak kurang lebih 50 orang ini merupakan perwakilan Pemuda dari wilayah sekitar Ciseeng. Antusias dari para peserta yang hadir terlihat ketika mulai memasuki ruangan acara sejak pagi hari dimana mereka pun tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker serta menjaga jarak posisi tempat duduk yang telah diatur oleh panitia penyelenggara.

Ada sebuah pesan penting dari Kemenpora yang disampaikan oleh Esa Sukmawijaya kepada generasi muda bahwasanya menggunakan media digital seperti handphone sebaiknya secara bijak karena melalui internet kita dapat menghasilkan sesuatu kebaikan dan dapat pula sesuatu keburukan.

“Ciptakanlah banyak kebaikan dan jangan pernah munculkan keburukan dalam rekam jejak digital” sebut Esa ketika memberikan sambutan dan pembukaan kegiatan acara.

Esa pun mengingatkan pentingnya memperkuat literasi digital agar mampu terciptanya ilmu yang bermanfaat setidaknya untuk diri sendiri serta untuk generasi muda pada umumnya.

Literasi Digital Untuk Masa Depan

Dalam seminar ini juga dipaparkan oleh Narasumber Finantyo Eddy Wibowo, MM mengenai tantangan dalam literasi digital dimana adanya potensi berita tidak benar atau Hoax dalam literasi di dunia maya. Selain itu adanya potensi ancaman bagi generasi muda dalam hal peluang kerja di masa depan di era serba digital, terlihat dengan banyaknya teknologi yang mampu menggantikan posisi manusia.

Salah satu contoh yaitu di SPBU dimana dengan munculnya teknologi digital maka pembeli di SPBU dapat menggunakan secara mandiri tanpa bantuan petugas operator dalam mengisi BBM ke kendaraannya. Kemudahan dan praktis: datang – bayar – isi sendiri – dan lanjutkan perjalanan adalah konsep menarik di era digital sekarang ini namun demikian menyisakan ancaman bagi para tenaga kerja.

“Transformasi digital seperti ini tidak akan bisa kita hindari, akan terus kita temukan maka dari itu kita harus bisa menyesuaikan, beradaptasi dengan perkembangan teknologi” ucap Finantyo dihadapan para peserta seminar.

Sudah selayaknya generasi muda mengambil sikap dan peranan dengan memperkuat literasi digital. “Cobalah membiasakan diri membaca sebuah buku setiap harinya, misalnya, buku cetak di pagi hari atau buku digital di sore hari, kedepan bisa saja akan lebih dominan buku digital daripada buku cetak” ungkap Finantyo yang juga berprofesi sebagai Dosen di STIS Al Wafa Cileungsi Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan ini Narasumber juga menghimbau agar peserta jika memungkinkan dapat berkunjung ke Perpustakaan Nasional agar terbiasa dengan membaca dan jika tidak memungkinkan hadir langsung ke lokasi, alternatif lainnya dapat mengakses aplikasi resmi perpustakan nasional.

“Unduh atau download-lah aplikasi ipusnas, ini lebih bermanfaat daripada aplikasi permainan ataupun social media” tambah Finantyo.

Hal ini juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Narasumber kedua yaitu Z Abd Rohman, MM bahwasanya generasi sekarang wajib mengatur waktu lebih baik lagi dalam menggunakan media digital.

“Mulailah atur waktu sebijak mungkin, sebaiknya media digital tidak digunakan untuk bermain games, dan social media secara penuh terus menerus, pergunakan juga untuk belajar, untuk tingkatkan literasi digital” sebut Rohman dengan tegas dihadapan para peserta seminar.

Rohman juga memaparkan bukti data bahwasanya pengguna internet dan social media di Indonesia cukup tinggi dengan intensitas waktu yang lumayan lama. Artinya, ini merupakan hambatan dalam literasi digital apabila tidak diindahkan.

“Mari kita lebih bijak lagi, kalau tidak dimulai dari sekarang di generasi muda, mau kapan lagi?” tutup Rohman, Dosen STIA Sandikta Bekasi, sembari mengajak para peserta untuk bangkit dan semangat dalam menghadapi era digital ini.(Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *