Beranda Berita Photo SMK YAPIA Galak kan Methode “Link and Macth”

SMK YAPIA Galak kan Methode “Link and Macth”

BERBAGI
Kepsek SMK YAPIA Drs. Hanafi (Tengah), Ketua Yayasan H. Abdul Muid Syafe’i, SH (samping Kiri Kepsek) dan Wartawan beritatangsel Bumi (saming Kanan Kepsek)
Kepsek SMK YAPIA Drs. Hanafi (Tengah), Ketua Yayasan H. Abdul Muid Syafe’i, SH (samping Kiri Kepsek) dan Wartawan beritatangsel Bumi (saming Kanan Kepsek)
Kepsek SMK YAPIA Drs. Hanafi (Tengah), Ketua Yayasan H. Abdul Muid Syafe’i, SH (samping Kiri Kepsek) dan Wartawan beritatangsel Bumi (samping Kanan Kepsek)

Pondok Aren, BTCom – Perkembangan bisnis yang demikian pesat saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang berbakat dan siap pakai, yang menuntut profesionalisme, kematangan, kesiapan dan kejelian dalam mengenali dan menangkap setiap peluang usaha sebagai konsekuensi logis dari persaingan bisnis yang kian tajam dan beragam. Persaingan ketat akan merupakan nasib buruk bagi para pencari kerja yang tidak memiliki dasar pengetahuan, keterampilah praktis dan kemampuan analisis yang handal.

Metode “Link & Match” yaitu kurikulum yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Islam At Taqwa (YAPIA) yang beralamat di jalan KH. Wahid Hasyim, Cipadu Kreo Nomer 18 Jurang Mangu Timur, Pondok Aren Tangerang Selatan sudah berkonsentrasi dan menerapkannya selama beberapa tahun belakangan ini untuk menjawab semua permasalahan yang terjadi saat ini,” demikian dikatakan Drs. Hanafi Kepala Sekolah Kepada beritatangsel.

Dengan demikian, lanjut hanafi mengatakan, Proses belajar mengajar disajikan melalui pendekatan praktis, diskusi kelompok, simulasi, role play, dan latihan / kerja praktek (job training).

Untuk mencapai hal tersebut, kami tidak melepaskan pendidikan agama untuk pembinaan mental spiritual, antara lain untuk memupuk sikap jujur, disiplin, memiliki etika, sopan santun dan moral secara umum.

“Pendekatan-pendekatan ini ternyata menunjang keberhasilan para peserta didik untuk dapat memahami dan mampu mengamalkan keahliannya, baik melalui latihan kerja praktek di perusahaan-perusahaan, maupun di lapangan kerja yang sesungguhnya.,” katanya.

Hanafi menuturkan, untuk seluruh aktifitas pendidikan yang dikembangkan oleh SMK YAPIA selalu disesuaikan dengan kebutuhan kerja (life skill), seperti Bahasa Inggris, computer digital, maupun internet. Untuk bidang Komputer  siswa tidak sekedar sebagai user (pengguna), tetapi juga diharapkan mampu menyelesaikan masalah hardware (perangkat keras). “Untuk menambah wawasan dan pengalaman disekolah ini kerap mengirim peserta didik ke berbagai event di tingkat lokal maupun tingkat nasional,” imbuhnya.

Adapun program-program kejuruan di SMK YAPIA meliputi program keahlian yakni, Sekretaris, Akutansi, Multi Media, Tehnik Komputer Jaringan, dan banyak kegiatan ekstrakulikuler yang dapat dipilih dan diikuti siswa dari seluruh jenjang pendidikan. Ekstrakulikuler sekolah meliputi; English converstation, basket, band, teater, voli, futsal, sepak bola, marawis, jurnalistik, nasyid, internet, paskibra, merakit computer, qasidah, dan pramuka. Fasilitas pendukung lainnya, gedung milik sendiri, lapangan basket, lapangan bola voli, lapangan futsal, laboratorium computer, laboratorium IPA, perpustakaan, ruang serba guna (aula), sarana ibadah (mushollah), areal parkir dan kantin.

“Kegiatan yang kami kembangkan di SMK YAPIA ini disesuaikan untuk keperluan kerja melalui pelatihan-pelatihan kerja lapangan (PKL) bekerjasama dengan instansi pemerintah maupun perusahaan swasta,” katanya menambahkan.

Masih kata Hanafi, Sebagai lembaga pendidikan yang berkesinambungan Yayasan Pendidikan Islam At Taqwa (YAPIA) memiliki jenjang pendidikan mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI / SDI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Adapun MI / SDI dan SMP adalah tahapan pendidikan yang sangat mendasar dari program Pendidikan Dasar 9 Tahun yang digulirkan pemerintah. Sementara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sebuah solusi tepat bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan praktis,”bebernya.(Bumi)

Baca Juga :  Hari Petama Masuk, PNS Di Tangsel Banyak Yang Telat