Beritatangsel.com — RW 07 Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, terus memperkuat Gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sebagai upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kelurahan, Dinas Kesehatan, serta unsur masyarakat setempat.
Lurah Sawah Ciputat, Mega Romala, S.Kom., M.M., mengajak seluruh warga untuk berperan aktif menjadi Jumantik mandiri di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pencegahan DBD tidak dapat hanya mengandalkan petugas kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan langsung masyarakat.
“Gerakan Jumantik ini sangat penting. Setiap rumah harus menjadi benteng pertahanan dengan memiliki satu Jumantik yang memastikan tidak ada sarang nyamuk. Ini merupakan upaya nyata untuk menekan kasus DBD,” ujar Mega Romala, Senin (19/01/2026).
Ia menambahkan, meningkatnya kasus DBD di Kota Tangerang Selatan dipengaruhi oleh perubahan cuaca. Oleh karena itu, masyarakat diminta secara mandiri melakukan pemberantasan sarang nyamuk, baik di dalam maupun di luar rumah.
Sementara itu, Munjirin menegaskan pentingnya peran ketua RT dan RW dalam mendukung kinerja kader Jumantik di lapangan. Ia meminta para pengurus wilayah untuk turun langsung melakukan pendekatan kepada warga yang masih menolak pemeriksaan jentik di rumahnya.
“Ketua RT dan RW harus membantu kader Jumantik dengan melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang belum menerima pemeriksaan jentik. Ini demi kesehatan bersama,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan juga terus mengoptimalkan upaya pencegahan DBD melalui pembudayaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta langkah tambahan seperti penggunaan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air pot atau vas bunga, dan penggunaan lotion anti-nyamuk.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ahmad, selaku Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kelurahan Sawah Ciputat dari Dinkes Tangsel, sekaligus Manajer Jumantik RW 07 dan Ketua Pokjanal DBD Kecamatan Ciputat.
Turut hadir Ketua RW 07 Agus Suhaemi, para ketua RT 01 hingga RT 04, staf kelurahan, serta kader Jumantik.
“Saya berharap kekompakan ini terus terjaga dan proses sertifikasi Jumantik yang akan dilaksanakan Sabtu depan dapat lulus dengan baik,” ujar Ahmad dalam sambutannya.
Sementara itu, Rodiyah Hemawati dari Dinas Kesehatan Tangerang Selatan mengapresiasi gerakan Jumantik yang dilakukan warga RW 07. Ia berharap semangat warga tidak hanya muncul menjelang penilaian, tetapi terus berkelanjutan.
“Kami siap membantu dan mendukung kelancaran kerja para kader Jumantik. Harapannya, gerakan ini dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Pada kesempatan lain, Ketua Pokjanal DBD Kecamatan Ciputat bersama unsur Kelurahan Sawah turut memberikan materi sosialisasi program Satu Rumah Satu Jumantik, guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemantauan jentik secara rutin.
Berdasarkan hasil penyuluhan DBD yang dilaksanakan pada Sabtu (10/01/2026) di Masjid Al Ikhsan, diketahui bahwa gerakan Jumantik di wilayah Sawah Ciputat masih belum merata. Oleh karena itu, edukasi terkait PSN 3M Plus dan Jumantik perlu dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat mau dan mampu melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri.
Pada prinsipnya, setiap rumah membutuhkan satu orang yang ditunjuk sebagai Jumantik Rumah, dengan kepala keluarga sebagai penanggung jawab. Jumantik Rumah bertugas mensosialisasikan PSN 3M Plus kepada seluruh anggota keluarga serta memeriksa dan memantau tempat perindukan nyamuk di dalam dan di luar rumah secara rutin setiap minggu, dengan pengawasan Koordinator Jumantik tingkat RT dan Supervisor Jumantik tingkat RW atau kelurahan.
Pemerintah Kelurahan Sawah berharap, dengan sinergi semua pihak, target menjadikan wilayah Sawah Ciputat bebas jentik nyamuk dapat terwujud pada Januari 2026.
(Hasan Azhari)









