Sampah TPA Bangkonol Jadi Polemik: Siapa Korban, Siapa Pahlawan?

banner 468x60

Beritatangsel.com, PANDEGLANG,- Polemik antara warga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terkait rencana pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bangkonol, Kecamatan Keroncong, semakin besar dan meluas.

Setelah secara resmi, Pemkab Pandeglang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melakukan kerja sama terkait pengelolaan sampah, dimana dalam perjanjian kerja sama itu, Pemkot Tangsel akan membuang sampah ke TPA Bangkonol, dengan volume sebesar 300-500 Ton per hari nya.

Warga yang tinggal disekitar area TPA Bangkonol mengaku keberatan, dan beberapa hari lalu, mendatangi kantor DPRD Pandeglang, serta melakukan aksi massa di Kantor Bupati, meminta agar pengiriman sampah dari Kota Tangsel ke TPA Bangkonol dibatalkan.

Masni (36) tahun bersama ratusan warga Bangkonol mendatangi kantor Bupati dan membawa dua plastik hitam, yang isinya tumpukan sampah dari TPA Bangkonol, dan sampah itu dilemparkan ke halaman kantor Bupati.

“Kami datang kesini membawa sampah, biar Bupati juga merasakan bagaimana bau nya sampah. Bupati yang untung kami yang dapat bau nya,” kata Masni, saat ditanya wartawan, Selasa (12/08), dengan muka kesal.

Pada hari yang sama, usai melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke TPA Bangkonol, Kecamatan Keroncong.

Dalam Sidak itu, Adik Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah itu marah-marah dan mengancam akan mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bangkonol, Direktur PD Pandeglang Berkah Maju (PBM) sekaligus akan melakukan evaluasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jajarannya.

“Setelah saya lihat lokasi langsung, wajar jika masyarakat mengeluh bau dan juga kotor, kenyataannya memang seperti itu.” Kata Dewi, Selasa sore (12/08) di area TPA Bangkonol, Kecamatan Keroncong.

“Saya pastikan, hari ini juga Kepala UPT nya di copot, juga Direktur BUMD Pandeglang Berkah Maju (PBM) harus di evaluasi ulang dan harus di copot, Kepala Dinas Lingkungan Hidup juga, akan dievaluasi,” katanya.

Terkait dengan rencana pengiriman sampah dari Tangsel, Dewi tak menampik. Ia memastikan bahwa, kerja sama itu belum berjalan, dan hingga saat ini belum ada satu pun pengiriman sampah dari Tangsel ke TPA Bangkonol, Kecamatan Keroncong, Pandeglang.

Bupati Dewi Setiani menjelaskan, pengiriman sampah dari Tangsel, baru akan dilakukan setelah infrastruktur TPA Bangkonol dibenahi dan sistem pengelolaan sampah ditata dengan lebih baik. “Karena ini harus dikelola dengan baik agar masyarakat tidak mengeluh, dan demi lingkungan serta kesehatan kita semua,” jelas Dewi.

Sebelumnya, salah satu warga Kampung Sabi Pasir Muncang Desa Bangkonol, Romdoni (60) tahun mengatakan, dirinya dan beberapa warga, pernah melihat mobil Dum Truck tak kurang dari 50 unit melintasi jalan, dan mengangkut sampah, dimana mobil-mobil itu berplat nomor polisi di wilayah Tangerang Selatan.

“Waktu itu, kalau dari sekarang mah mungkin ada 2 bulan yang lalu, ada mobil Dum Truck, itu Plat (B) belakangnya (WJ, ada yang JJ) itu melintas ke TPA Bangkonol, itu tidak kurang dari 50 unit, itu ternyata bawa sampah itu. Itu kendaraannya ditutup pake terpal. Kemudian setelah beres muat, itu warga semuanya pake masker, karena bau sampah, mungkin sampah dari Tangerang itu, gak tahu saya dari mana nya mah, tapi pernah ada itu mobil Plat B yang ngangkut sampah kesini (TPA) Bangkonol,” kata Romdoni.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb. Agus Umam mengatakan, pihaknya masih perlu mengkaji dan melihat respon masyarakat terkait dengan keberlangsungan TPA Bangkonol.

“Sejauh ini, kami mencoba menjadi penyeimbang, kita juga ingin melihat bagaimana respon masyarakat. Jika memang masyarakat Bangkonol menolak, tentunya ini harus dibatalkan. Karena kalau bicara soal peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) masih banyak potensi-potensi yang bisa dikembangkan, bukan cuma soal sampah saja,” kata Agus, saat ditemui Redaksi, di Kantornya, Jl. Pendidikan, Pandeglang.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan bahwa, pengelolaan TPA Bangkonol memerlukan penanganan serius dari Pemkab Pandeglang, terlebih pada saat ada kerja sama dengan Pemkot Tangsel, hal yang harus dipersiapkan adalah infrastruktur yang memadai, agar sampah yang masuk di TPA Bangkonol dapat dikelola dengan baik.

“Jadi soal TPA Bangkonol, tentu itu perlu penanganan serius oleh Pemkab Pandeglang. Jadi ketika memang ada kerja sama dengan Tangsel, tentu harus dipersiapkan dulu infrastrukturnya. Kemudian, harus ada pemberdayaan masyarakat sekitar. Dibangun, dilibatkan, kemudian membuka dialog dengan masyarakat, khawatir ada masyarakat merasa dirugikan dan lain-lain,” katanya.

Pengiriman Sampah Tetap Dilanjutkan

Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menegaskan bahwa, kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Tangsel sudah dilaksanakan, dan pengiriman sampah Tangsel ke TPA Bangkonol akan tetap dilanjutkan.

“Kerja sama TPA Bangkonol itu sudah dilaksanakan dengan Tangerang Selatan, dan sekarang belum dilakukan pengiriman. Kita masih membangun Sanitali lanfild nanti setelah itu beres digarap, baru ada pengiriman dari Tangerang Selatan. Ya karena sudah dilakukan kontrak dengan Tangerang Selatan, kita mengikuti hukum kontrak saja, karena kontraknya itu sudah di tandatangan sama Dinas Lingkungan Hidup dengan Tangerang Selatan.” Kata Iing Andri Supriadi,

Menurut Iing, tidak semua warga menolak kerja sama kiriman sampah dari Tangsel, dan saat ini Pemkab Pandeglang masih mengkaji untuk bagaimana masyarakat Bangkonol diberikan pemahaman.

“Jadi sebenarnya, warga itu ada yang menolak dan ada yang menerima, dan ini yang sedang kita pelajari dan kita kaji supaya bagaimana warga itu diberikan edukasi, diberikan pemahaman, karena semata-mata, kerja sama ini untuk menyelamatkan TPA Bangkonol tersebut,” tegasnya.

Politisi partai Demokrat itu menjelaskan bahwa, Kementerian Lingkungan Hidup sudah memberikan teguran kepada Pemkab Pandeglang, terkait TPA Bangkonol yang masih melakukan sistem Open Dumping.

“Karena TPA ini sudah ada teguran dari Menteri Lingkungan Hidup, untuk bagaimana tidak lagi menjadi Open Dumping, tapi jadi Sanitali lanfild. Inikan PR (Pekerjaan Rumah) Dewi-Iing yang harus diselesaikan, dan solusinya kerja sama dengan Tangsel. Setelah AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) nya selesai, kita akan menerima sampah dari Tangerang Selatan.” Jelasnya.

Seperti diketahui, Pemkab Pandeglang telah melakukan perpanjangan kerja sama dengan Pemkab Serang terkait pengiriman sampah.

Hingga saat ini, Pemkab Serang masih terus membuang sampah ke TPA Bangkonol, Kecamatan Keroncong, Pandeglang. Informasi, saat ini Pemkab Pandeglang telah menyiapkan dua tempat untuk dijadikan TPA, diantara TPA Bangkonol dan TPA Cigeulis. (AMD/HM/Tim)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *