PKM Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang Optimalkan Pemanfaatan Briket sebagai Bahan Bakar Hemat untuk Rumah Tangga dan UMKM

banner 468x60

Beritatangsel.com — Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang kembali menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kegiatan bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Briket Sebagai Bahan Bakar Hemat untuk Rumah Tangga dan UMKM”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi briket berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan.

PKM yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Pamulang Kelompok 5 ini diketuai oleh Ageng Ghinasti Sugandi bersama anggota Bryan Dimas Saputra, Fatoni Ainun Latif, Muhammad Farhan, dan Rizal Sahrial Gunawan di bawah bimbingan dosen Ajit, S.T., M.T.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan dilaksanakan di Kampung Cibodas Kecil RT 005 RW 03, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Program ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk energi alternatif yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dalam pelaksanaannya, tim PKM memberikan sosialisasi, pelatihan pembuatan briket, pendampingan inovasi campuran bahan, hingga edukasi mengenai pengemasan dan strategi pemasaran produk. Masyarakat diajak terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari pengumpulan bahan baku, pengeringan, pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengujian kualitas briket.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah organik seperti daun kering, serbuk kayu, sekam, dan limbah rumah tangga lainnya untuk diolah menjadi briket berkualitas tinggi. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi tersebut juga mampu menciptakan sumber energi alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan mampu memahami bahwa limbah organik bukan hanya sisa buangan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik,” ujar tim pelaksana PKM.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dibagi ke dalam lima kelompok. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui kombinasi penyuluhan, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan agar peserta lebih mudah memahami proses pembuatan briket secara menyeluruh.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman masyarakat. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, peserta yang berada dalam kategori “Paham” meningkat dari 16,67 persen menjadi 83,33 persen setelah mengikuti pelatihan. Sementara kategori “Kurang Paham” yang sebelumnya mencapai 33,33 persen turun menjadi nol persen.

Selain memahami teknik produksi, masyarakat juga diberikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan limbah berkelanjutan, pengemasan produk yang menarik, hingga strategi pemasaran sederhana agar produk briket memiliki daya saing di pasaran.

Tim PKM menjelaskan bahwa inovasi campuran limbah organik menghasilkan briket dengan tingkat kepadatan, daya bakar, dan efisiensi yang lebih baik dibandingkan briket konvensional. Produk yang dihasilkan juga memiliki tampilan lebih menarik dan berpotensi dipasarkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan rumah tangga maupun UMKM.

Program ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha mandiri berbasis energi alternatif di tengah masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan ekonomi warga, pemanfaatan limbah organik menjadi briket juga menjadi langkah nyata dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan PKM ini, masyarakat diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi produk briket secara mandiri, meningkatkan kualitas serta nilai jual produk, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan di masa depan.

Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Pamulang Kelompok 5 ini diketuai oleh Ageng Ghinasti Sugandi bersama anggota Bryan Dimas Saputra, Fatoni Ainun Latif, Muhammad Farhan, dan Rizal Sahrial Gunawan.

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *