Ciputat, Beritatangsel.com – Pada Kesempatan ini, AHMAD selalu KESOS Sawah Ciputat Dinkes Tangsel, Anggota kader warga RW 012, Manajer Jumantik sawah , Ketua Pokjanal DBD Kecamatan Ciputat dan para ketua RT RT01, RT02, RT 03 RWT 04,RT 05
IWAN SETIAWAN 01/12, SARIDI 02/12,ARIS SETIAWAN 03/12,ABU BAKR ALI 04/12, UNTUG WIDIANTO 05/12,RW .SUHERI (ICANG),SUPRATMAN S,Pdi,MM. MARYADI.SLAMET RIYADI,Staff kelurahan serta Kader Jumantik hadir mendukung kegiatan Jumantik.
” Saya berharap kekompakan tetap terjaga dan sertifikasi sabtu depan dapat lulus dengan baik.” Kata AHMAD dalam sambutannya
Sementara IBU Drg. SITI NURMA
mengapresiasi gerakan jumantik ini.
” Kami siap membantu dan mendukung kelancaran kerja para kader jumantik dan berharap tidak hanya semangat saat akan penilaian saja.” ujarnya.
Pada kesempatan berbeda Kapus SAWAH CIPUTAT ,dan Ketua Pokjanal DBD Kecamatan CIPUTAT turut membakar semangat para kader Jumantik RW 012 memaparkan materi 1 rumah 1 jumantik pada presentasinya .
Semoga tekad Kelurahan Sawah wilayah kelurahan bebas jentik berikutnya dapat terwujud pada November 2025.
Ibu Lukmuni (Lulu) Dinkes Tangsel
dalam pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk melalui pembudayaan PSN 3M PLUS, yaitu menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur-ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas serta ditambah (Plus), seperti: menaburkan larvasida pembasmi jentik, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air dalam pot/vas bunga dan lain-lain. Pelaksanaa tidak hanya dilakukan oleh kepala keluarga saja, tetapi juga perlu bekerja sama dengan pemangku kebijakan setempat.
Disisi lain, gerakan Jumantik di wilayah Sawah Ciputat sepertinya belum familiar atau ada tetapi belum merata. Hal ini diketahui dari pernyataan para peserta penyuluhan DBD pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Serba Guna (GSG) . Penyuluhan DBD yang disampaikan langsung.
memberikan gambaran bahwa banyak masyarakat di Sawah Ciputat GG.roda,pada khususnya belum menerapkan gerakan Jumantik di lingkungannya. Sehingga, pemberian informasi pencegahan DBD melalui PSN 3M Plus serta Jumantik perlu dilakukan secara terus menerus agar masyarakat mau dan mampu melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk.
Pada intinya,membutuhkan kepala keluarga / anggota keluarga / penghuni dalam satu rumah yang disepakati untuk melaksanakan kegiatan pemantauan jentik di rumahnya. Kepala Keluarga sebagai penanggung jawab Jumantik Rumah yang diawasi oleh Koordinator Jumantik (tingkat RT) dan Supervisor Jumantik (tingkat Kelurahan/Desa/RW) dalam pelaporannya.
Tugas seorang Jumantik Rumah, yaitu 1) Mensosialisasikan PSN 3M Plus kepada seluruh anggota keluarga/penghuni rumah, 2) Memeriksa/memantau tempat perindukan nyamuk di dalam dan di luar rumah seminggu sekali, 3) Menggerakkan anggota keluarga/penghuni rumah untuk melakukan PSN 3M Plus seminggu sekali, 4) Hasil pemantauan jentik dan pelaksanaan PSN 3 M Plus dicatat pada kartu jentik. Kartu jentik bisa diisi seminggu sekali setiap bulannya dalam setahun dengan mencatat tanda (+) apabila ditemukan jentik nyamuk, tanda (-) apabila tidak ada jentik nyamuk.
Apabila gerakan Jumantik dirasa belum berjalan di lingkungan rumahmu yang mengakibatkan kita sulit untuk melaporkan hasil pemantauan karena tidak ada maka yang dapat kita dilakukan adalah melakukan secara mandiri untuk memastikan bahwa PSN 3M+ berjalan disetiap rumah.
Yuk, mulai sekarang lakukan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik untuk mencegah kasus DBD menerpa keluarga kita. Kamu bisa mulai lakukan PSN 3M+ dari rumah sendiri. (Hasan)









