Ciputat, Beritatangsel.com – Umat Muslim disedang mengikuti shalat Idul Fitri di lapangan H.HASAN.KP.SAWAH RT.002/RW 007 CIPUTAT , Senin 31 Maret 2025.
Ribuan umat Muslim menunaikan shalat Idul Fitri dengan penuh khusyuk.
Bertindak sebagai imam, Ustadz MUSLIM, khatib, USTAD. Herman Efendi spdi , bilal 1, Ustad MAMAN FIRMANSYAH.
Sambutan perwakilan walikota tangerang selatan oleh Ketua RW AGUS SUHAEMI menyampaikan terima kasih kepada Pemda KOTA TANGERANG SELATAN yang telah mendukung penuh kelancaran ibadat shAlat Idul Fitri tahun ini.Ia juga menyampaikan terima kasih masyarakat dilingkungan RW 007 dan sekitar nya. yang menjaga keamanan selama shalat berlansung.
menyampaikan ucapan selamat merayakan Idulfitri dan mengajak masyarakat untuk mengumandangkan takbir.
Sebab, itu sebagai pertanda kemenangan dalam memerangi hawa nafsu selama satu bulan penuh.
“Tidak terasa kita telah melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Dengan puasa, kita diajarkan untuk berperilaku baik serta pengendalian diri. Di puncak perjuangan itu, tentu kita mengharapkan rido Allah SWT agar ibadah kita diterima. Semoga kualitas keislaman dan keimanan kita ditingkatkan dalam hari kemenangan ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Wakil Wali Kota juga mengingatkan pentingnya untuk menjaga nilai-nilai ibadah yang telah ditanamkan selama satu bulan penuh.
Kemudian, ia juga mengajak untuk selalu memperkuat tali silaturahmi dan menjaga persaudaraan dengan lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Ustad Herman Efendi Spdi, dalam khutbah Idul Fitri 1446 Hijriah menekankan tiga hal penting kepada umat Islam setelah Ramadan.
Pertama, tetap istiqamah untuk menunaikan sholat lima waktu dan berjamaah di masjid.
“Perbedaan orang yang beriman itu dengan orang yang ini belum beriman, bisa kita lihat dari sepekan ia beraktivitas orang yang belum beriman, sepekan ia beraktivitas mulai dari ahad, Senin, Selasa, sampai ke Jumat, Sibuk dengan urusan dunianya, tidak ada sholat yang ia tunaikan, tidak ada zikir pernah terucap dalam lisannya, tidak ada sholawat, tidak ada doa yang pernah ia panjatkan, tidak ada Al-Quran yang la bacakan atau hafalkan tapi orang yang beriman itu, tidak hanya mencari dunia dalam sepakan aa beraktivitas, maka persiapkan diri kita dengan memperbanyak sholat lima waktu yg akan menemani kita di hari kiamat nanti,”ujar Ustad Herman Efendi Spdi,
Kedua, tetap istiqamah dalam membaca Al-Quran.
“Sebelum Nabi SAW meninggal dunia, ada dua nasehat yang nabi tinggalkan kepada para sahabat. Pertama adalah nasehat yang pandai berbicara, nasehat yang ke dua adalah nasehat yang diam saja. Lantas salah satu sahabat bertanya nasehat yang pandai berbicara dan nasehat yang diam itu apa rasul. Rasul menjawab nasehat yang pandai berbicara adalah Al-Quran. Dan nasehat yang diam saja adalah kematian,”ujar Ustad . Herman Efendi Spdi,
“Banyak di antara kita dan bahkan mungkin kita sendiri membaca Al-Quran hanya di bulan Ramadhan saja. Dan di bulan bulan lain kita jarang menghafalkannya bahkan tidak pernah membacanya sama sekali. Ini menandakan bahwa kita adalah salah satu ciri kaum musiman yang hanya mengenal Allah hanya di bulan Ramadhan saja,”sambungnya.

Ketiga, memperbanyak berdoa kepada Allah SWT.
“Mudah – mudahan amalan ibadah puasa kita ibadah tarawih kita ibadah bacaan Al-Quran kita, ibadah zakat kita ibadah itiqaf kita diterima oleh Allah SWT Dan kita berdoa kepada Allah mudah-mudahan di panjangkan umur kita supaya kita bisa bertemu kembali di bulan ramadhan berikutnya. Amin,”ujar Ustad Herman Efendi Spdi, (Hasan)









