Mahasiswa Teknik Industri Unpam Gencarkan Edukasi Pengolahan Sampah di Bambu Apus

banner 468x60

Beritatangsel.com — Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri menggelar kegiatan pengabdian di wilayah Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 April 2026, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Partisipatif dalam Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos di Kawasan Padat Penduduk”, program ini hadir sebagai respons atas tingginya volume sampah rumah tangga di wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Permasalahan sampah, khususnya sampah organik, masih menjadi isu krusial di kawasan perkotaan. Pengelolaan yang kurang optimal dapat memicu pencemaran lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, hingga berpotensi menjadi sumber penyakit. Oleh karena itu, pendekatan yang melibatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dinilai menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan PKM Kelompok 1 ini diketuai oleh Muhammad Mashabi Saputra bersama anggota Muhammad Zahra Firdaus, Muhammad Fierza Saputra, Fawwaz Ferdian, dan Deni Gilang Pangestu. Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing oleh dosen pendamping, Agus Nurokhman, S.T., M.T., yang memberikan arahan teknis dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, dukungan penuh juga datang dari Ketua RW setempat, Rusli Anbasari, yang turut mengoordinasikan warga dan memastikan keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga. Tim PKM memberikan sosialisasi terkait pentingnya pengelolaan sampah yang benar, termasuk pemisahan antara sampah organik dan anorganik, serta dampak negatif dari penumpukan sampah.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pelatihan teknis pembuatan pupuk kompos. Warga diberikan pemahaman mengenai konsep dasar pengomposan, jenis bahan organik, serta peran mikroorganisme dalam proses dekomposisi. Praktik langsung juga dilakukan dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur, yang diolah melalui tahapan pemilahan, pencacahan, pencampuran dengan aktivator, hingga penyimpanan dalam komposter.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Warga aktif bertanya, berdiskusi, serta terlibat langsung dalam praktik pembuatan kompos. Partisipasi ibu rumah tangga dan pemuda menjadi indikator keberhasilan pendekatan partisipatif yang diterapkan.

Pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi dan refleksi bersama masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan berbagai masukan, kendala, serta harapan terhadap program yang telah berjalan. Selain itu, dibentuk kelompok pengelola sampah sebagai upaya menjaga keberlanjutan program di lingkungan setempat.

Sebagai tindak lanjut, tim PKM juga merekomendasikan pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, seperti pembentukan bank sampah dan penjadwalan kegiatan pengomposan secara rutin. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya sampah organik. Selain berdampak positif bagi lingkungan, pengolahan sampah menjadi kompos juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Kegiatan PKM ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan di tengah masyarakat.

Selain itu, program ini juga menjadi sarana implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung, sekaligus mempererat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh Kelompok 1 yang diketuai Muhammad Mashabi Saputra bersama anggota Muhammad Zahra Firdaus, Muhammad Fierza Saputra, Fawwaz Ferdian, dan Deni Gilang Pangestu.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *