Tangerang, Beritatangsel.com – Polsek Kelapa Dua terus memperkuat langkah pencegahan tawuran antar pelajar melalui implementasi program Cegah Tawuran Antar Pelajar (CETAR). Kegiatan pembinaan Unit Binmas Polsek Kelapa Dua tersebut dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB, bertempat di wilayah Kelurahan Bencongan Indah. Kegiatan diisi dengan penyampaian imbauan kepada para siswa SMA sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (18/08)
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kelapa Dua, Aipda Arief Mardiyanto, memberikan edukasi dengan tema “Antisipasi Tawuran Antar Pelajar, Bijak Menggunakan Media Sosial yang Baik”. Para pelajar diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan tawuran, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman agar menggunakan media sosial secara positif, tidak menyebarkan konten provokatif, serta menghindari interaksi digital yang dapat memicu konflik antarkelompok pelajar.
Kapolsek Kelapa Dua AKP ROKHMATULLOH, S.H., menyampaikan bahwa pencegahan tawuran tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga membutuhkan edukasi dan pendekatan kepada para pelajar. “Melalui program CETAR, kami ingin membangun kesadaran para pelajar bahwa tawuran bukanlah solusi dan hanya dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Kami juga mengajak para siswa untuk bijak menggunakan media sosial, tidak mudah percaya terhadap informasi provokatif, serta berani menolak ajakan yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan,” ujar Kapolsek.
Polsek Kelapa Dua berharap kegiatan preemtif melalui program CETAR dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan pelajar, sekolah, orang tua dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, sekaligus mendorong generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan berprestasi. Melalui pendekatan edukatif dan komunikasi yang humanis, kehadiran Polri diharapkan semakin dekat dengan pelajar serta mampu mencegah potensi tawuran sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.










