Anak-Anak ABK Tampilkan Lenong Betawi, Wujudkan Literasi dan Cinta Budaya Sejak Dini di Tangsel

banner 468x60

Tangerang Selatan, 8 Agustus 2026 – Semangat literasi dan pelestarian budaya kembali menggema di Kota Tangerang Selatan melalui pementasan teater bertajuk “Buku Adalah Jendela Dunia” yang digelar di City Gallery Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Sanggar Teater Tanah Pucung, TBM Pojok Baca SGR TTP Pondok Pucung, Balai Kesenian Nusantara (BKN) Tangsel, serta pelaku UMKM Pondok Pucung. Pementasan dikemas dengan nuansa seni budaya Betawi melalui sentuhan lenong yang menghibur sekaligus sarat pesan edukatif.

Pertunjukan yang disutradarai oleh Yuli Arni, S.Pd ini mengangkat pentingnya membaca sebagai jendela pengetahuan dan pembuka wawasan generasi muda. Melalui alur cerita yang ringan, atraktif, dan penuh warna, penonton diajak memahami bahwa buku memiliki peran besar dalam membentuk karakter serta memperluas cakrawala berpikir.

Selain seni peran, pementasan juga dipadukan dengan musik tradisional yang ditata oleh Sanggar Teater Tanah Pucung, sehingga menghadirkan pengalaman seni yang menyeluruh dan menarik bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung pukul 14.00 hingga 15.30 WIB dan disambut antusias oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain menjadi hiburan, acara ini juga menjadi wadah edukasi dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Secara khusus, pementasan ini juga menampilkan anak-anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dari komunitas UMKM Pondok Pucung yang tampil percaya diri membawakan lenong Betawi. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang ekspresi, pembinaan karakter, dan penguatan literasi bagi anak-anak sejak dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Balai Kesenian Nusantara Tangsel, Hanifah, Bunda Yuli selaku Ketua Sanggar Teater Tanah Pucung sekaligus pengelola TBM Pojok Baca TTP Tanah Pucung, Ibu Ince selaku Ketua Yayasan ABK UMKM Pondok Pucung, para tamu undangan, orang tua, pendamping, serta anak-anak ABK yang tampil penuh semangat.

Dalam sambutannya, Hanifah menyampaikan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh generasi mudanya yang memiliki literasi kuat dan kecintaan terhadap budaya.

“Suatu bangsa akan maju apabila generasi mudanya memiliki dua hal, yaitu literasi dan cinta budaya. Literasi membuka wawasan, sedangkan budaya menguatkan jati diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui TBM Pojok Baca, anak-anak diajak gemar membaca sehingga buku menjadi jendela untuk melihat dunia. Sementara melalui Sanggar Teater Tanah Pucung, wawasan tersebut diwujudkan dalam bentuk karya seni seperti menari dan bermain lenong.

“Yang luar biasa, anak-anak ABK mampu tampil percaya diri di atas panggung, berkarya, dan melestarikan budaya. Ini menjadi bukti bahwa mereka memiliki potensi besar jika terus didukung,” tambahnya.

Hanifah juga menegaskan bahwa peran Balai Kesenian Nusantara sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berkarakter. Pembentukan karakter, menurutnya, harus dimulai sejak dini, salah satunya melalui kegiatan seni dan literasi.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Bunda Yuli, para orang tua, serta seluruh tim yang telah menjadi garda terdepan dalam membina generasi muda yang literat, kreatif, dan berbudaya.

Menutup sambutannya, Hanifah memberikan pesan kepada anak-anak ABK untuk terus berkarya dan mencintai budaya.

“Teruslah berkarya dan jangan pernah berhenti mencintai budaya. Kalian adalah masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara literasi dan seni budaya mampu membangun kepercayaan diri serta karakter anak-anak sejak usia dini, sekaligus menjaga warisan budaya Betawi tetap hidup di tengah generasi muda.

“Salam literasi, salam budaya, budaya pemersatu bangsa,” menjadi pesan penutup dalam kegiatan tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60