Limbah Organik Disulap Jadi Briket Berkualitas Tinggi Lewat PKM Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang

banner 468x60

Beritatangsel.com — Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Produksi, Inovasi, Branding, Pemasaran, dan Pemanfaatan Briket Ramah Lingkungan” di Kampung Cibodas Kecil RT 005 RW 03, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Minggu 3 Mei 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik menjadi produk briket berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

PKM ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Teknik Industri UNPAM Kelompok 2 yang diketuai oleh Fikry Maulana bersama anggota Devianawati, Fatimah Fatmawati, dan Nadina Aulia, dengan dosen pembimbing Ajit, S.T., M.T.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi lima kelompok agar proses penyampaian materi, praktik pembuatan briket, diskusi, hingga pendampingan berjalan lebih efektif dan interaktif.

Ketua PKM, Fikry Maulana mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi usaha berbasis pengelolaan limbah organik.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa limbah organik tidak hanya menjadi sampah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk briket yang bernilai jual dan bermanfaat sebagai energi alternatif ramah lingkungan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator dari perwakilan mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dan presentasi dari masing-masing kelompok mahasiswa.

Pada sesi inti, mahasiswa memaparkan materi mengenai proses produksi briket, inovasi campuran limbah organik, branding produk, strategi pemasaran sederhana, hingga pemanfaatan briket sebagai energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Selain pemaparan teori, masyarakat juga diberikan praktik dan wawasan mengenai tahapan produksi briket, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengeringan, pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengemasan produk agar memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih baik.

Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya inovasi produk guna meningkatkan daya saing briket di pasaran, termasuk menciptakan produk dengan kualitas pembakaran yang optimal serta tampilan produk yang lebih menarik.

Tidak hanya itu, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya branding dan pemasaran agar produk briket hasil produksi masyarakat dapat dikenal lebih luas. Peserta memperoleh pemahaman terkait penggunaan kemasan menarik, strategi pemasaran sederhana, hingga pemanfaatan media promosi untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis briket ramah lingkungan secara kreatif dan berkelanjutan.

Kegiatan PKM tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

“Semoga materi dan pelatihan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk briket ramah lingkungan yang bernilai ekonomis,” tambah Fikry Maulana.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami cara mengolah limbah organik menjadi produk bernilai jual, sekaligus memanfaatkan briket sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa Teknik Industri UNPAM Kelompok 2 yang diketuai oleh Fikry Maulana bersama anggota Devianawati, Fatimah Fatmawati, dan Nadina Aulia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *