
Serpong – Menjelang bulan suci Ramadan, makam Kramat Tajug di Kota Tangerang Selatan mulai ramai dikunjungi peziarah. Pada Minggu siang, 15 Februari 2025, warga berdatangan untuk melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur.
Tradisi ini menjadi kegiatan rutin masyarakat Tangsel setiap menjelang Ramadan. Selain mendoakan leluhur, ziarah juga menjadi momen mempererat silaturahmi keluarga. Para peziarah tampak membersihkan rumput liar di sekitar makam, menyapu nisan, menabur bunga seperti mawar, melati, dan kenanga, serta membacakan doa dan tahlil.Puncak
keramaian biasanya terjadi tiga hari hingga sepekan sebelum Ramadan. Aktivitas ini juga membawa berkah bagi pedagang bunga tabur musiman di sekitar area pemakaman.

Salah satu peziarah, Haji Marwah, mengatakan tradisi doa bersama di Makam Kramat Tajug sudah dilakukan secara turun-temurun.
“ Hari ini ada doa bersama untuk menyambut bulan suci Ramadan. Ini tradisi lama yang terus kita lakukan sebagai umat Muslim. Insya Allah mendapat berkah dan bisa bersilaturahmi dengan keluarga serta mendoakan orang-orang yang sudah mendahului kita,” kata Haji Marwah.
Ia menambahkan, kegiatan biasanya diisi dengan mengaji bersama dan membawa bunga sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan para pendahulu.
Tradisi nyekar ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Tangsel dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Red/Alwi









