
Serpong – Suasana Mall Teras Kota BSD, Serpong, akhir pekan lalu (1–2 November 2025) berubah menjadi arena penuh adrenalin. Ratusan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan Phantom Strike SBC 2025, ajang Kejurkot Muaythai Tangsel Seri 2 yang menampilkan duel sengit para petarung muda dari berbagai klub Muaythai dan tinju di Tangerang Selatan dan sekitarnya.
Selama dua hari, dentuman musik dan sorak penonton mengiringi setiap pukulan dan tendangan di atas ring. Para atlet muda menunjukkan teknik terbaik mereka dengan semangat sportivitas tinggi. Namun, lebih dari sekadar pertarungan, Phantom Strike juga membawa pesan sosial: kampanye anti-bullying dan anti-tawuran pelajar.

“Kegiatan ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga kampanye nilai positif dari olahraga combat. Ajang ini digarap profesional dan memberi panggung bagi atlet pemula hingga amatir untuk menembus level nasional dan internasional,” ujar Ketua KONI Tangsel, Hamka Hamdaru.
Dukungan juga datang dari Dispora Tangsel melalui perwakilannya, Sodikin, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pembinaan atlet muda.
Sementara itu, Ketua Panitia Stefa Tindage bersama SBC Fight Club Alam Sutra menekankan pentingnya peran olahraga bela diri dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kami ingin membuka ruang bagi pelajar dan mahasiswa yang punya potensi besar tapi belum tersentuh. Lewat Muaythai, mereka bisa tumbuh disiplin, percaya diri, dan berprestasi,” ujarnya.
Dari ajang ini, Gilang Juliansyah, atlet binaan KONI Tangsel, dinobatkan sebagai Best Muaythai Fighter setelah tampil dominan di antara lebih dari 100 peserta muda.
Ketua Muaythai Tangsel, Irwan, menyebut event ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di Tangsel berada di jalur yang tepat.
“Alhamdulillah, kami selalu berkoordinasi dengan KONI dan Dispora dalam program pembinaan atlet puslatkot. Semua program kami jalankan dengan dukungan para pelatih dan orang tua atlet yang kompak,” kata Irwan.
Dengan konsep profesional dan semangat pembinaan jangka panjang, Phantom Strike SBC 2025 menegaskan posisi Tangerang Selatan sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga bela diri di Provinsi Banten.
RedaksiBT









