Pagedangan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan menggelar Sosialisasi dan Evaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Cabang Olahraga (Cabor) di Hotel Sapphire Sky, Pagedangan Tangerang, Rabu (17/9/2025).
Acara ini dihadiri para pengurus cabor, perwakilan Kantor Pajak Pratama, serta narasumber ahli keuangan dan administrasi.
Ketua KONI Tangsel Letkol (Purn) M. Hamka Handaru dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah memastikan pengelolaan anggaran olahraga di Tangsel tertib, transparan, dan akuntabel.
“LPJ bukan sekadar formalitas, tetapi cerminan tata kelola organisasi yang sehat. Jika kegiatan dijalankan sesuai aturan dan bukti administrasinya lengkap, penyusunan laporan tidak akan sulit,” ujar Hamka.
Ia mencontohkan, kesesuaian antara proposal dan realisasi kegiatan menjadi kunci laporan yang baik. “Kalau proposal dan laporan sudah sesuai, kwitansi lengkap, invoice terlampir, seharusnya tidak ada kendala. Yang menyulitkan justru jika ada upaya mengubah-ubah data,” tegasnya.
Hamka juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangsel yang terus memberi ruang bagi kegiatan olahraga untuk digelar di wilayah sendiri. “Setiap kegiatan, sebisa mungkin kita selenggarakan di Tangsel. Ini bagian dari komitmen memajukan olahraga dan perekonomian kota,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hamka menyinggung Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 yang rencananya berlaku 15 Oktober mendatang. Ia menilai aturan ini berpotensi memangkas kewenangan KONI kabupaten/kota dalam mengelola anggaran, sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan atlet dan pelatih.
“Beberapa daerah sudah menerapkan meski belum resmi berlaku. Dampaknya, honor pengurus dan dana pembinaan atlet berkurang drastis. Ini bisa menghambat lahirnya atlet berprestasi dari kota dan kabupaten,” ungkapnya.
Sebagai wakil KONI kota/kabupaten se-Indonesia, Hamka menyatakan akan terus memperjuangkan agar peraturan tersebut ditinjau kembali.
“Kami bersama KONI pusat berjuang agar Permenpora ini tidak menyalahi undang-undang yang lebih tinggi. Kemandirian olahraga daerah harus tetap dijaga,” ujarnya.
Selain evaluasi LPJ, Hamka mengingatkan seluruh cabor untuk menatap target besar berikutnya, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026, di mana Tangsel menjadi tuan rumah.
“Harapan kita jelas: Tangsel harus jadi juara umum. Prestasi hanya bisa diraih dengan manajemen yang baik, termasuk tertib administrasi,” tuturnya.
Hamka menekankan bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari kepercayaan publik melalui pengelolaan anggaran yang bersih.
“Uang bisa habis, tapi kepercayaan harus dijaga. LPJ yang rapi adalah investasi kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui forum ini, KONI Tangsel mendorong setiap cabang olahraga untuk lebih tertib dalam pelaporan keuangan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik demi kemajuan olahraga di Kota Tangerang Selatan.