Beranda Berita Terkini BPOM dan Pemkot Tangsel Kampanye Nol Kelaparan di 2030, Begini Kata Bang...

BPOM dan Pemkot Tangsel Kampanye Nol Kelaparan di 2030, Begini Kata Bang Ben

BERBAGI
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie Saat Kampanye angka nol kelaparan

SERPONG, BERITATANGSEL.COM –  Kampanye angka nol kelaparan di dunia juga diikuti oleh Indonesia. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mulai melakukan kampanye tersebut agar tujuannya bisa tercapai. Hal tersebut juga yang mendasari Talkshow yang diselenggarakan oleh BPOM Provinsi Banten di Serpong, Tangsel, Senin (2/12).

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM Pusat, Dewi Prawita Sari menjelaskan jika untuk mencapai tujuan dari kampanye itu, harus ada kerjasama antara setiap lapisan pemangku kepentingan. Misalnya masyarakatdan pemerintah agar program bisa berjalan dengan baik.

“Ketahanan pangan adalah tanggungjawab kita semuanya,” ujar Dewi pada saat membuka talkshow tersebut.

Dewi menambahkan. jika, program ini nantinya akan ditargetkan pada tahun 2030. Sehingga pada tahun tersebut sudah tidak ada lagi warga di dunia, terutama Indonesia mengalami kelaparan. Sebab porgram ketahanan pangan sudah mulai dilakukan pada saat ini.

Sementara Kepala BPOM Serang Supriyadi menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan BPOM adalah melakukan pengawasan terhadap industri makanan untuk memproduksi makanan bergizi saja. Sehingga pengawasan akan diperkatat lagi, agar tidak ada penyalahgunaan produksi makanan.

Selain itu, BPOM Serang juga terus melakukan kerjasama dengan pelaku industri makanan agar ikut dalam kampanye ini. “Karena itu kami mengundang beberapa perwakilan industri makanan agar memnerima  materi apa saja peran yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha makanan,” kata dia.

Dalam talkshow ini dibahas apa saja yang menjadi kewajiban seluruh pelaku industri makanan untuk berpartisipasi dalam kampanye kelaparan pada angka nol. Yang menjadi program internasional. Demi mencapai masyarakat yang sejahtera tanpa kelaparan di tahun 2030.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, menjelaskan,keamanan pangan bukan hanya isu dunia, tetapi menyangkut kepedulian individu, pemerintah pusat dan kota menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan disetiap rantai pangan terpadu, petani, budidaya ikan, nelayan wajib menerapkan norma, standar dan prosedur tentang pangan.

Baca Juga :  Fasilitas Tidak Layak, Pengelola Paud & Posyandu Kota Tangerang Curhat ke DPRD

“Penyelenggaraan keamanan pangan dilakukan secara menyeluruh, dari hulu sampai rantai pangan, dan perlu diperhatikan dari produksi hingga peredaran, kita akan melakukan penandatangan MoU, dan Pemkot berkomitmen melindungi warganya, kami berharap pemerintah pusat dapat mendorong perekenomian pelaku usaha yang ada di Tangsel,”ungkapnya.

Untuk BPOM bisa melindungi anak-anak Tangsel, dari jajanan berbahaya di sekolah yang ada di Tangsel. “Kami menyadari tugas BPOM sangat berat, Pemerintah kota Tangsel mendukung untuk melindungi anak-anak dan kita dari makanan dan obat yang berbahaya bagi tubuh,”singkatnya.(Humas_Kominfo Tangsel)