Beranda Berita Photo 8.500 Warga Baru Sambangi Tangsel

8.500 Warga Baru Sambangi Tangsel

BERBAGI
Petugas Disdukcapil saat Melakukan Pendataan Operasi Yustisi
Petugas Disdukcapil saat Melakukan Pendataan Operasi Yustisi
Petugas Disdukcapil saat Melakukan Pendataan Operasi Yustisi

Serpong, Berita Tangsel On – Pascalibur Lebaran arus urbanisasi masyarakat luar daerah banyak yang datang, tidak hanya ke Ibu Kota Jakarta kota tangerang selatan pun ikut kebagian warga pendatang baru.

Hal ini dikarenakan banyak pendatang yang ingin mengadu nasib. Seperti diketahui, kota Tangerang Selatan adalah kota yang berbatasan dengan ibukota. Tidak hanya itu, Tangerang Selatan pun diapit oleh Bintaro dan summarecon yang sedang ekspansi besar-besaran sehingga kota tangsel menjadi lirikan daerah-daerah karena kemajuan pembangunannya yang sangat signifikan.

Seperti dikutip dari Antaranews, kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Toto Sudarto mengatakan, dia memperkirakan jumlah warga pendatang baru di Tangerang Selatan mencapai 8.500 orang, dimana jumlah tersebut hampir sama dengan tahun sebelumnya.

“Jumlah warga pendatang baru tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu yakni 8.500 orang,” kata Toto Sudarto.

Ia mengatakan, Pemkot Tangerang Selatan akan melakukan operasi yustisi kependudukan (OYK) pada 11 Agustus, dengan target antara lain rumah kontrakan, rumah kos dan beberapa tempat menginap lainnya.

Tak hanya itu saja, operasi yustisi kependudukan pun akan dilakukan di beberapa titik jalan utama dengan membuat posko. “Operasi akan disebar di berbagai lokasi, mulai mendatangi langsung ke tempat tinggal hingga di jalan – jalan,” ujarnya.

Sebelum melakukan pendataan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan melakukan rapat koordinasi dengan camat dan lurah, untuk mendata mengenai titik yang menjadi pusat menginap warga pendatang baru sehingga kena sasaran secara langsung.

“Hari Kamis ini akan dilakukan rapat dahulu dengan semua pihak sebelum dilakukan operasi agar pendataan tepat sasaran,” singkatnya.(Ant/Red)

Baca Juga :  Forwat: Wartawan Harus Kreatif Bukan Menjiplak