Serunya! Guru SD di Serpong Gelar Pemilihan Ketua Kelas ala Pemilu, Lengkap dengan Bilik Suara dan Tinta di Jari

banner 468x60

SERPONG – Suasana kelas 2B SDN IT Al Amanah Serpong, Tangerang Selatan, mendadak terasa seperti Tempat Pemungutan Suara (TPS) sungguhan. Para siswa menunggu giliran masuk bilik suara, lalu mencelupkan jari ke tinta usai mencoblos. Semua itu bukan untuk memilih presiden, tapi ketua kelas!

Adalah Zahra Maulida, wali kelas 2B, yang punya ide kreatif tersebut. Alih-alih menunjuk atau voting biasa, ia justru menggelar pemilihan ketua kelas dengan konsep menyerupai pemilu resmi. Mulai dari kertas suara, bilik suara, hingga tinta hitam untuk menandai jari, semuanya dibuat semirip mungkin dengan suasana pemilu di dunia nyata.

“Awalnya ide ini nggak direncanakan, tiba-tiba aja kepikiran supaya anak-anak belajar demokrasi dari hal sederhana. Biar nggak cuma tunjuk tangan atau asal pilih ketua kelas,” kata Zahra saat ditemui di sekolah, Rabu (16/7/2025).

Tak hanya itu, dua pasangan calon ketua dan wakil ketua kelas juga diwajibkan berkampanye di depan teman-temannya. Mereka menyampaikan visi dan misi, layaknya politisi cilik yang siap berkompetisi sehat. Total ada 22 siswa yang memberikan suara dalam pemilihan ini.

“Selain mengenalkan demokrasi, saya juga ingin mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka. Jadi, bukan asal pilih karena temenan, tapi karena memang percaya dengan programnya,” tambah Zahra.

Kegiatan unik ini disambut antusias oleh siswa. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan: mulai dari kampanye, mencoblos di bilik suara, mencelupkan jari ke tinta, hingga ikut menyaksikan penghitungan suara bersama-sama.

Momen ini tak hanya menjadi pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk menghadirkan pembelajaran kreatif di kelas. Sambil belajar, siswa bisa bermain sekaligus memahami proses demokrasi dengan cara yang menyenangkan.

“Kreatif banget! Ini contoh nyata kalau pendidikan nggak melulu soal teori, tapi juga praktik yang seru,” ujar salah satu orangtua siswa yang turut menyaksikan jalannya pemilu mini itu.

Siapa bilang belajar demokrasi harus menunggu dewasa? Di kelas 2B SDN IT Al Amanah Serpong, demokrasi sudah dipraktikkan sejak dini.

Red/Alwi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *