Beritatangsel.com, Kota Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan langkah penanganan menyeluruh untuk mengatasi persoalan banjir di Kawasan Melati Mas, Serpong Utara, mulai dari normalisasi saluran, penataan kawasan, hingga kemungkinan penertiban bangunan yang menutup drainase.
Langkah tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat meninjau langsung lokasi banjir di Melati Mas pada Rabu (22/4/2026).
Menurut Pilar, salah satu persoalan utama di kawasan itu adalah terhambatnya aliran air dari saluran kecil menuju drainase utama akibat adanya penutupan saluran oleh bangunan dan sedimentasi.
“Melati Mas ini sudah lama sekali dan perlu perbaikan lingkungan, lokasi yang terkena banjir daerahnya rendah dan ada saluran utama tapi terjadi sedimentasi (tertutup sedimen), jadi air hujan yang jatuh ke saluran kecil itu tidak bisa dibuang ke saluran utama, itu permasalahan utamanya,” ujar Pilar.
Pilar mengatakan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan sejumlah rencana infrastruktur untuk penanganan banjir di kawasan itu, termasuk pembukaan jalur saluran yang selama ini tertutup, serta pembangunan sodetan agar limpasan air hujan lebih cepat masuk ke drainase.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pendataan terhadap bangunan yang diduga berdiri di atas saluran air untuk selanjutnya dilakukan penertiban sesuai aturan.
“Kami mau melakukan perbaikan jalan, berikut juga nanti sodetannya untuk bisa buang air hujan ke salurannya.
Jadi akan kita tata saluran pembuangan airnya, kita tata (penertiban bangunan liar) dan kita perbaiki juga jalannya,” jelasnya.
Tak hanya penanganan banjir, Pilar juga meninjau kebutuhan infrastruktur lain di kawasan Villa Melati Mas tersebut, termasuk usulan pembaruan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan perbaikan jalan lingkungan.
Menurut dia, peningkatan kualitas lingkungan di kawasan lama seperti Melati Mas ini perlu dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya fokus pada satu persoalan saja dan sebagian rencana penanganan sedang disiapkan untuk dianggarkan tahun ini agar dapat mulai dieksekusi secara bertahap tahun depan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan warga dalam proses penataan, terutama jika berkaitan dengan pembongkaran bangunan yang menghambat aliran air.
“Nanti saya minta perangkat daerah di wilayah untuk menindaklanjuti diskusi, terutama masalah pedagang (bangunan di sekitar saluran dan jalan), untuk dimusyawarahkan dahulu sebelum nanti dilakukan pembongkaran, pembenahan, penataan. Kami siap supaya di tahun ini kita anggarkan, dan mudah-mudahan tahun depan sudah mulai bisa dieksekusi,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Tangsel berharap persoalan banjir yang selama ini berulang di Melati Mas dapat ditekan, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur kawasan terhadap cuaca ekstrem. (Rat)









