
Tangerang Selatan – Pengurus Cabang (Pencab) Muaythai Kota Tangerang Selatan resmi mengumumkan peluncuran program “Fight Back to School”, yang akan digelar pada 25 Oktober 2025. Program ini bertepatan dengan momentum Bulan Pemuda dan Hari Sumpah Pemuda, sekaligus menjadi langkah strategis mengenalkan olahraga beladiri Muaythai ke kalangan pelajar.
Ketua Pencab Muaythai Tangsel, Irwan Taufik, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan KONI Tangerang Selatan. Setelah sukses menggelar kejuaraan Muaythai, pihaknya kini akan melakukan ekspansi ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang olahraga combat sport.

“Melalui Fight Back to School, kami ingin mengedukasi pelajar, mahasiswa, bahkan masyarakat umum mengenai Muaythai. Program ini terinspirasi dari pernyataan Wali Kota pada 2022, yang saat itu menegaskan pentingnya menyediakan sarana positif bagi pelajar, terutama bagi anak-anak yang gemar tawuran,” ungkap Irwan.
Menurutnya, kehadiran program ini sekaligus menjadi jawaban atas keresahan masyarakat terhadap maraknya perkelahian remaja. Dengan dukungan KONI Tangsel, Pencab Muaythai berharap kerja sama dapat terjalin dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta pihak sekolah agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal.
Irwan juga menegaskan bahwa pihaknya tidak terpengaruh isu-isu internal di tubuh KONI Tangsel. “Bagi kami, kepengurusan KONI saat ini sudah sangat baik, dengan banyak program yang menyentuh atlet, pelatih, hingga orang tua. Kami fokus pada pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda,” tegasnya.
Program Fight Back to School diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengenalkan Muaythai sebagai alternatif kegiatan positif bagi pelajar, sekaligus wadah pembinaan atlet berprestasi sejak dini.
Red/Alwi









