Cianjur, Beritatangsel.com – Personel Polres Cianjur bersama tim gabungan TNI, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP), Polhut, dan para relawan bergerak cepat melakukan upaya penanggulangan serta pemadaman titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jumat (14/8/2026).
Upaya pemadaman difokuskan di area Legok Saat (Kawah Wadon) dan Hutan Mati yang berada pada ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tim gabungan harus menempuh medan terjal dengan elevasi ekstrem hingga sekitar 90 derajat serta kondisi medan yang cukup menantang.
Dengan semangat gotong royong, personel gabungan terus berupaya mengendalikan titik api menggunakan berbagai peralatan pemadaman manual, mulai dari alat gepyok hingga penyiraman air yang bersumber dari mata air Kandang Badak.
Penanganan dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi medan yang curam dan berada di kawasan konservasi. Selain melakukan pemadaman, tim juga terus melakukan pemantauan terhadap area sekitar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Langkah cepat dan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri bersama TNI, pengelola kawasan, petugas kehutanan, serta para relawan dalam menjaga keamanan dan kelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya Karhutla.
Polres Cianjur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan relawan yang telah bekerja keras di tengah medan berat demi menjaga kelestarian hutan serta mencegah dampak kebakaran terhadap lingkungan.
Masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran hutan.
Adt










