Langkah Suci H Taufan Basri dan Istri, Dari Kesuksesan Menuju Keikhlasan

banner 468x60

Beritatangsel.com – Kisah perjalanan H Taufan Basri menjadi cerminan bahwa kesuksesan hidup tidak hanya diukur dari pencapaian dunia, tetapi juga dari ketulusan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pria kelahiran 1968 itu dikenal sebagai pribadi yang mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab, keluarga, dan kehidupan spiritual. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha sukses serta Sekretaris Jenderal FORKKABI Tangerang Selatan, ia tetap menjadikan ibadah dan kerendahan hati sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Kini, bersama sang istri tercinta Hj Ratu Tanti Noor Fajrin, H Taufan Basri menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, sebuah perjalanan penuh doa, harapan, dan penghambaan untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.

Perjalanan dimulai dari Madinah selama tujuh hari. Di kota penuh sejarah itu, H Taufan Basri memperbanyak doa, ibadah, dan ziarah dengan hati yang tenang. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Mekkah untuk menjalani umroh wajib selama tujuh hari sebelum menuju Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Di tengah lautan jutaan manusia yang mengelilingi Ka’bah saat thawaf, H Taufan Basri merasakan pengalaman batin yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Langkah demi langkah yang diiringi lantunan doa membuat dirinya merasa kecil di hadapan Allah SWT.

Di antara desakan jamaah dari berbagai negara, ia justru merasakan ketenangan, seolah semua manusia hadir dengan tujuan yang sama, memohon ampunan dan keberkahan dari Sang Pencipta.

Momen paling menggetarkan hati dirasakannya ketika berhasil mencium Hajar Aswad. Di tengah haru dan air mata yang tak terbendung, ia mengaku merasakan getaran spiritual yang mendalam. Bukan sekadar menyentuh batu suci, tetapi menjadi simbol kerinduan seorang hamba untuk semakin dekat kepada Allah SWT.

Sementara saat wukuf di Arafah, H Taufan Basri merasakan suasana yang begitu syahdu dan penuh perenungan. Di padang luas tempat berkumpulnya jutaan jamaah haji itu, ia menundukkan kepala, memanjatkan doa untuk keluarga, sahabat, dan semua orang yang dicintainya.

Baginya, wukuf menjadi momen untuk mengingat perjalanan hidup, memohon ampunan, serta berharap dapat kembali menjadi pribadi yang lebih baik sepulang dari Tanah Suci.

Di sela ibadahnya, H Taufan Basri tak hanya berdoa untuk dirinya sendiri. Ia juga memanjatkan doa untuk keluarga besar, khususnya almarhum H Mohamad Amin dan Hj Siti Abesah di Lengkong Karya, Tangerang Selatan, serta keluarga besar sang mertua Hj Teti di kawasan Cisarua, Puncak Bogor.

H Taufan Basri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada travel Mutiara Qonita Wisata serta pimpinan travel, Bapak H Muklis, yang telah memberikan pelayanan dan pendampingan selama perjalanan ibadah haji berlangsung.

Ketulusan dan kerendahan hati H Taufan Basri membuat banyak orang turut memberikan doa terbaik. Di tanah air, keluarga besar, jamaah pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu, Ketua DKM beserta jajaran Masjid Siti Abesah Amin, hingga seluruh keluarga besar FORKKABI DPD Tangerang Selatan bersama-sama memanjatkan doa agar ia dan sang istri diberikan kesehatan, kelancaran, serta kembali ke Indonesia dengan selamat sebagai haji dan hajjah yang mabrur.

Kisah H Taufan Basri menjadi pengingat bahwa usia bukan penghalang untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.

Di balik kesuksesan dunia yang diraih, ada ketenangan jiwa yang hanya bisa ditemukan lewat doa, ibadah, dan rasa syukur.

Perjalanan pria kelahiran 1968 ini mengajarkan satu hal sederhana namun bermakna, bahwa hidup yang baik adalah hidup yang bermanfaat bagi sesama dan tetap rendah hati di hadapan Allah SWT.

 

Redaksi/

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *