Beritatangsel.com — Kesadaran terhadap potensi bencana sejak dini dinilai penting bagi kalangan pelajar. Hal tersebut menjadi perhatian Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II yang menggelar kegiatan BMKG Goes To School di UPTD SMPN 23 Tangerang Selatan, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Plt Kepala UPTD SMPN 23 Tangsel, Heny Khristiani, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada para pelajar dalam menghadapi situasi bencana.
“Ini kolaborasi yang pertama bersama BMKG Wilayah II Tangsel, agar anak-anak perlu ada skill tentang mitigasi bencana. Nanti anak-anak menjadi mandiri, evakuasi mandiri dalam menghadapi permasalahan-permasalahan, apalagi ancaman tantangan yang dari alam,” ujar Heny.
Menurutnya, edukasi mengenai mitigasi bencana penting diberikan kepada pelajar agar mereka tidak hanya memahami potensi bencana, tetapi juga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di UPTD SMPN 23 Tangsel untuk meningkatkan kesiapsiagaan para pelajar.
Sementara itu, Ketua Subbidang Analisis dan Diseminasi Informasi Gempa Bumi BMKG Wilayah II, Rendinis, mengatakan kegiatan BMKG Goes To School 2026 mengangkat tema “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan, khususnya tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Jadi kita di sini melakukan simulasi sederhana kepada anak-anak, sehingga sekolah UPTD SMP Negeri 23 Tangsel ini paling tidak mengetahui tentang ilmu kebencanaan,” kata Rendinis.
Ia menjelaskan, edukasi tersebut juga bertujuan agar generasi muda memahami penyebab terjadinya gempa bumi, faktor yang memicunya, serta langkah evakuasi mandiri yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi.
“Anak-anak ini perlu memahami apa itu gempa bumi, mengapa gempa bumi bisa terjadi, dan yang paling penting adalah apa yang harus kita lakukan sebelum, saat, dan sesudah terjadinya gempa bumi,” ujarnya.
Rendinis berharap pengetahuan yang diperoleh para pelajar tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada keluarga, saudara, orang tua, maupun tetangga.
“Kami berharap ilmu yang nanti diperoleh tidak hanya berhenti sampai di sini saja, tapi anak-anak bisa menyampaikan kepada saudara, keluarga, orang tua, dan tetangga, agar semakin banyak masyarakat dan anak-anak sekolah yang paham dan memiliki pemahaman tentang mitigasi bencana,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelajar UPTD SMPN 23 Tangsel turut memperagakan gerakan dan langkah antisipasi yang harus dilakukan ketika terjadi bencana gempa bumi.









