Drs,H,Benyamin dan Tim Safari Ramadhan Dj Masjid Al-Barkah RW 10 Kelurahan Sawah Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan ‎

banner 468x60

Ciputat, Beritatangsel.com – Safari Ramadan Tangsel 2026
‎Ciputat –  Asisten Daerah Satu Kota Tangsel H. Chairudin perwakilan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie memulai putaran pertama Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menyalurkan bantuan kepada imam masjid, marbot, dan guru ngaji se-Kota Tangerang Selatan.

‎Kegiatan simbolis pemberian bantuan ini berlangsung di Masjid Jami Al-Barkah Sawah , Kecamatan Ciputat  senin (09/03/2026).

‎Dalam kegiatan yang dihadiri unsur masyarakat tersebut, Asisten Daerah Satu Kota Tangsel H. Chairudin,Ketua DKM Masjid Al-Barkah.H.ZahrudinSultoni,MA,Camat Ciputat BPK H.Mamat ,SE,Lurah Sawah BPK Mega Romala,S.Kom.MM,Lurah Ciputat BPK Iwan Pristiasya(Iwan Angus),Lurah Serua Indah  Ibu Nursobah,S.IP,Sekel sawah Muhammad Zazami Adam,S,STP,Bhabinsakantibmas BPK Eka Prihartono,Bhabisa BPK Endang,Tokoh Masyarakat ,ketua RT/RW,Ustadz Firdaus, Ustadz Ahmad Fakih Zein,S,Ag,ketua majelis Al-Barkah .Ibu Komariah (Kokom),
‎Hadir dalam Safari Ramadan tersebut, Anggota DPRD Kota Tangsel dari Fraksi Golkar, dapil Ciputat Ibu Linda Eviyanti,S,H,M,Kn. menyampaikan apresiasinya.Hari ini merupakan kunjungan pertama Safari Ramadan. Ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pembangunan sarana ibadah di tengah masyarakat. Bahkan, tadi Walikota juga menyampaikan apresiasi pribadi untuk Mesjid Al-Barkah ini,” jelasnya.

‎H. Chairudin,menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan agenda rutin tahunan Pemkot Tangsel untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat, serta menjadi momentum menyalurkan bantuan dan stimulan bagi masih yang dikunjungi.

‎”Ini putaran pertama Safari Ramadan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita hadir sekaligus ada sedikit bantuan dan stimulan untuk masjid yang kita kunjungi,” ujarnya.

‎Pada Ramadan 2026 ini, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp405 juta untuk 54 kelurahan di Kota Tangerang Selatan. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk insentif kepada para imam, marbot, serta guru TPA/TPQ.

‎Dalam kesempatan tersebut, H. Chairudin  juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga suasana Ramadan tetap harmonis dan kondusif. Ia mengimbau agar tidak ada aktivitas yang mengganggu ketertiban, termasuk penggunaan petasan atau kembang api menjelang Idulfitri.

‎“Bulan suci Ramadan ini mari kita lalui dengan sebaik-baiknya. Jaga harmonisasi, perhatikan kondisi lingkungan, dan rayakan dengan bijak,” pesannya.

‎DR. Deni Nuryadin, S.E., M.Si. adalah Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Tangerang Selatan,menjelaskan bahwa setiap kelurahan mendapatkan alokasi untuk 25 orang penerima manfaat. Masing-masing menerima insentif sebesar Rp500 ribu.

‎”Per kelurahan ada 25 orang penerima, terdiri dari imam, marbot, dan guru ngaji. Jika dikalikan 54 kelurahan, totalnya hampir Rp500 jutaan yang kita salurkan. Ini hanya di momen bulan puasa, insentif setiap bulannya sudah ada anggaran dari Bagian Kesra (Pemkot Tangsel),” jelasnya.

‎Ia menambahkan, bantuan ini bersifat khusus untuk momentum Ramadan. Sementara insentif rutin bulanan bagi guru ngaji tetap berjalan melalui program kesejahteraan yang telah ada.

‎Penyaluran juga diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di lingkungan masyarakat.

‎Selain penyaluran bantuan, Pemkot Tangsel juga membuka peluang hibah bagi masjid yang sedang dalam proses pembangunan, dengan mekanisme pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Safari Ramadan ini akan terus berlanjut ke kecamatan lainnya sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan di Kota Tangerang Selatan.

‎prof,Dr,Ahmad Tholabi Kharlie, DLAM tauziah menyampaikan,Banyak orang mengira puasa adalah latihan menahan diri dari dunia. Padahal, lebih dari itu, puasa adalah latihan memulihkan hubungan dengan dunia secara benar. Lapar mengajarkan syukur. Haus menumbuhkan kesabaran. Keterbatasan melahirkan kelembutan.

‎Puasa tidak menjauhkan manusia dari kehidupan, melainkan menuntunnya untuk hidup dengan kesadaran yang lebih dalam, yakni hidup yang tidak dikuasai, tapi disadari.

‎Dalam pengalaman spiritual para sufi, lapar sering dipandang sebagai cahaya yang tersembunyi. Bukan karena penderitaan itu sendiri membawa kemuliaan, tetapi karena dalam keadaan terbatas, manusia lebih mudah mengenali hakikat keberadaannya.
‎dilanjut Buka Bersama dan Sholat magrib Berjamaah. (Hasan)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *