Beranda Berita Photo Forlast SMAN 2 Tangsel Gandeng Bimbel Nurul Fikri Gelar Sanlat Bentengi Siswa...

Forlast SMAN 2 Tangsel Gandeng Bimbel Nurul Fikri Gelar Sanlat Bentengi Siswa dari Ancaman Radikalisme

BERBAGI

Setu, Beritatangsel.com – Atas dasar keprihatinan terkait pemberitaan dibeberapa media massa yang membuat opini bahwa Rohis (Rohani Islam) membawa paham radikalisme bahkan lebih parah lagi paham terorisme.

Menyikapi hal tersebut, Forum Alumni Rohis Al-Kautsar (Forlast) SMAN 2 Kota Tangsel berinisisasi menggandeng Bimbingan Belajar (Bimbel) Nurul Fikri untuk mengadakan Pesantren Kilat (Sanlat) di SMAN 2 Kota Tangsel yang terletak di Kecamatan Setu.

Mengusung tema “Puasa Menahan Diri” dengan sub tema “Muda Berkarya Menangkal Radikalisme Dunia Maya dalam Bingkai Islami Rahmatan Lilalamin” dihadiri hampir ribuan siswa SMAN 2 Kota Tangsel.

“Dalam kegiatan ini kami kemas, mencegah atau mengubah framing tersebut dengan serangkaian acara hari ini. Seperti contohnya pemberian materi di kelas, beberapa materi disisipkan tentang pemuda karakter pemuda islami, “ kata perwakilan Forlast, Jundi kepada Beritatangsel.com usai acara. Kamis (5/6/2018).

Menurutnya, karakter pemuda Islami adalah yang mempelajari agama secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah. “Karena setiap orang yang mempelajari agama setengah-setengah, apalagi tanpa guru justru itu bisa jadi cikal bakal munculnya pemahaman yang sesat, ” jelasnya.

Ditempat yang sama, Manager Wilayah Nurul Fikri Banten Muhammad Al-Falaq menyambut baik bisa bekerjasama dengan alumni yang tergabung di Forlast dan SMAN 2 Kota Tangsel.

Dirinya menjelaskan bentuk bekerjasama tersebut dalam hal supporting narasumber yang memberikan materi kepada siswa.

“Hari ini Alhamdulillah bimbingan belajar Nurul Fikri Banten 2 bisa bekerjasama dengan SMAN 2 Tangsel, temanya yaitu untuk pencegahan radikalisme karena saat ini kan lagi maraknya tentang itu dan tidak sedikitkan disasar anak-anak muda yang memasuki usia produktif, ” tambahnya.

Ia menilai, amat disayangkan seandainya anak muda sampai terlibat dengan aktifitas yang sifatnya jauh dari nilai-nilai produktifitas.

Baca Juga :  Begini Kronologis Persetubuhan atau pencabulan Anak di bawah umur

“Untuk itu, dengan hasil kerjasama ini setidaknya mensosialisasikan bagaimana sih sebenarnya aktivitas yang harus dilakukan untuk mereka meraih masa depan mereka, ” kata pria yang juga bekerja sebagai dosen ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Tangsel melalui Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus menjabat sebagai Pembina Rohis, Sukarya menerangkan, tujuan sanlat yakni sebagaimana puasa menahan diri.

“Membekali siswa-siswi selain keimanan dan pengamalan keagamaan. sekaligus memberikan pengalaman, tujuannya itu adalah sebenarnya kita ingin memberikan pandangan ke mereka agar terhindar dari sikap-sikap atau paham-paham radikalisme, ” ujarnya.

Selain, sambung Sukarya, ingin menanamkan keimanan, sudah sepatutnya anak-anak dibentengi agar terhindar dari hal-hal radikal.

“Karena itu kita pastikan bahwa Rohis SMA 2 Tangsel dan dibantu oleh Forlast sebagai wadah naungan alumni setidaknya dapat membuktikan bahwa rohis tidak ada paham-paham radikalisme, ” tuturnya. (Red)