Beranda Berita Photo Nyaris Ambruk, SD Negeri Pakualam 2 Semakin Di Tinggal Masyarakat

Nyaris Ambruk, SD Negeri Pakualam 2 Semakin Di Tinggal Masyarakat

BERBAGI
Salah Seorang Guru Yang Sedang Menunjuk Atap Sekolah Yang Mau Ambruk
Salah Seorang Guru Yang Sedang Menunjuk Atap Sekolah Yang Mau Ambruk
Salah Seorang Guru Yang Sedang Menunjuk Atap Sekolah Yang Mau Ambruk

SERPONG UTARA, Berita Tangsel — Sebanyak tiga dari enam ruang kelas di Sekolah Dasar (SD) Negeri Pakualam 2 kondisi langit-langitnya rawan ambrol. Akibatnya, puluhan murid sekolah yang beralamat di Kampung Kamurang Atas RT 04/RW 01, Kelurahan Pakualam, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu, was-was saat tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pantauan di lokasi, tiga ruang kelas yang langit-langitnya sudah tak layak itu diantaranya ruang kelas 3, kelas 4 dan kelas 6. Kondisi ruang kelas paling parah, yakni di ruang kelas empat. Seluruh langit-langitnya sudah ambrol. Ruangan juga sudah tidak dilengkapi kaca jendela lantaran sudah pecah.

Di lingkungan sekolah, juga ada ruangan gudang yang selama ini difungsikan menjadi mushalla sekolah. Parahnya, kunci ruangan tersebut hilang dan murid-murid maupun guru yang hendak melaksanakan ibadah, terpaksa masuk ke ruangan itu melalui jendela.

“Langit-langit sudah lama rusak. Kasihan murid-murid belajar dengan kondisi seperti ini. Kami sih kepinginnya segera diperbaiki,” kata wali murid kelas 1, Vira menjelaskan kepada wartawan, Senin (11/8).

 

salah seorang guru menunjukan atap sekolah yang rusak parah
salah seorang guru menunjukan atap sekolah yang rusak parah

Kepala SD Negeri Pakualam 2, Yayat mengaku kerusakan sejumlah ruang kelas itu sudah terjadi sejak tiga tahun silam. Sejak 2011 lalu, pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan ruang kelas kepada Dinas Pendidikan. Namun, hingga saat ini tidak ada respon.

“Pak Mathodah (Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel) juga sudah datang melihat kondisi ruang kelas yang tidak layak ini. Waktu itu, Pak Mathodah bilang akan segera diperbaiki. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” kata Yayat.

Yayat mengaku, sudah dua kali mengajukan permohonan perbaikan ke Dinas Pendidikan Kota Tangsel. Namun lantaran tak digubris, Yayat akhirnya melapor ke Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) beberapa waktu lalu.

“Saya juga sudah lapor ke Kemendiknas, tapi belum juga ada tanggapan,” tandasnya.

Atas kerusakan sekolahnya, Yayat berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi terkait kondisi di sekolah yang dikelolanya. Pasalnya, akibat kondisi sekolah yang kurang layak, jumlah peserta didik baru terus menurun sejak tiga tahun belakangan.

“Tahun 2012 ada 20 yang mendaftar, tahun 2013 ada 15 murid dan tahun 2014 ada 15 murid. Jauh dibandingkan dulu yang mencapai ratusan pendaftar. Kalau kondisinya terus demikian, sekolah ini akan ditinggalkan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah belum dapat dikonfirmasi. Telepon genggamnya tidak aktif saat wartawan menghubunginya, kemarin sore.(Dra)

Baca Juga :  FPPMT dan Wagimin Center Adakan Kegiatan Menumbuhkan Jiwa Nasionalis dan Religius