Beranda Berita Photo Peduli Dimasa Pandemi, Pedati Sukseskan Khitanan Massal untuk Bantu Masyarakat

Peduli Dimasa Pandemi, Pedati Sukseskan Khitanan Massal untuk Bantu Masyarakat

BERBAGI

CISAUK, BERITATANGSEL.COM — Masjid Ar-rohman Kabupaten Tangerang bekerjasama dengan Dokter Khitan Aprilio Feldi yang didampingi organisasi PEDATI menggelar sunatan massal di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kab. Tangerang (07/02/2021).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Program tersebut berjalan dari hasil kerjasama berbagai stakeholder, dari para donatur, Pengurus masjid, ASDOKI dan juga dengan Pedati (Pemuda Dharma Bhakti), sedangkan pelaksana teknis para tenaga profesional yang tergabung dalam Asosiasi Dokter Khitan Indonesia Indonesia (ASDOKI) Kabupaten Tangerang.

Fery Pranata, Ketua Pedati menuturkan, Peserta pendaftar ada 35 orang calon peserta yang masuk dalam daftar sunatan massal. “Alhamdulillah, antusias warga sangat banyak, akan tetapi karena kesiapan alat sangat terbatas akhirnya dipilih yang betul-betul butuh dan kurang mampu,” Katanya.

“Terimakasih kami ucapkan kepada DKM Masjid Ar-rohman Kabupaten Tangerang, Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI) Kabupaten Tangerang dan juga Tim dari PEDATI,” Jelasnya.

Hal ini kami lakukan, Kata Fery, pada dasarnya PEDATI hanya ingin berbuat dan ingin bersumbangsih kepada masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya dikecamatan Cisauk.

Penanggun jawab khitanan, dr Aprilio Feldi menjelaskan tenaga medis yang terlibat dalam kegiatan ini adalah tim ASDOKI yang peduli antar sesama.

dr Aprilio menerangkan, dalam pelaksanaan khitan ini, pihaknya sudah menggunakan teknologi terbaru yakni Cutter Laser sehingga prosesnya lebih cepat dan anak yang dikhitanpun tidak terlalu merasakan sakit dari proses khitanan.

dr Aprilio juga menyampaikan apresiasinya kepada DKM Masjid Ar-rohman, Organisasi PEDATI yang dalam kegiatannya mengedepankan protokol kesehatan.

“Khitan ini di kalangan medis ini merupakan suatu anjuran. Karena memang dari sisi muslim ini syariat. Tapi dari sisi medis ini sangat besar manfaatnya terutama untuk mengurangi resiko Papilomavirus. Resiko yang tidak dikhitan untuk terjadi cancer penis itu lebih besar dibanding mereka yang sudah dikhitan. Yang sudah dikhitan terjamin kebersihannya di alat kelamin,” Pungkas Dr. Aprilio Faldi (jhon)

Baca Juga :  Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Pamer Penanganan Sampah