Beranda Berita Terkini Waktunya Generasi Muda Untuk Berwirausaha dan Melestarikan Nilai-nilai Kebudayaan Asli Daerah

Waktunya Generasi Muda Untuk Berwirausaha dan Melestarikan Nilai-nilai Kebudayaan Asli Daerah

BERBAGI

Kota Tangerang, Beritatangsel.com – Bertepatan dengan hari sumpah pemuda, puluhan pemuda-pemudi yang tergabung dari organisasi baik itu organisasi kampus dan luar kampus yang ada di Kota Tangerang, mereka mengadakan acara diskusi sambil ngobrol santai di kedai We Coffe, lebih tepatnya di Jln karya Damai RT.006/RW.002, Kel. Buaran Indah, kec. Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu, (31/10/2020).

Kegiatan yang diinisiasikan oleh pemuda ini bertujuan untuk kepedulian generasi muda terhadap nilai nilai kebudayaan asli daerah.

Suhud Suryadi, S.Tr.Par. menjelaskan, kegiatan ini untuk memberikan ruang bagi kaum muda guna bersama-sama membangun negeri melalui berwirausaha dan membangun Kepedulian generasi terhadap nilai-nilai kebudayaan asli daerah.

Di samping memberikan apresiasi (kepada pemuda-pemudi), juga memberikan ruang secara lebih luas dengan mempunyai rasa kepedulian mereka dengan membangun network, sehingga akan melahirkan kepedulian generasi muda terhadap kebudayaan asli daerah dan membangun jiwa usaha sukses muda dan sukses di masa mendatang, kata Suhud Suryadi, S.Tr.Par. Sabtu (31/1/20).

Ia menjelaskan, Seberapa pentingnya seorang pemuda dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan asli daerah dan juga memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan yang sudah kita miliki saat ini, dan bagaimana cara kita memperkenalkannya agar budaya tersebut bisa lestari supaya tidak punah.

Lebih jauh Suhud Suryadi, S.Tr.Par. memaparkan, di era sekarang ini banyak sekali pengaruh-pengaruh dari budaya budaya barat, dan tugasnya pemuda adalah membangun kepedulian terhadap nilai nilai kebudayaan asli daerah.

“Jadi disini saya mengajak pemuda-pemudi khususnya di Provinsi Banten untuk peduli terhadap melestarikan budaya daerah asli kita, dengan langkah langkan yang harus kita kenalkan baik itu seni-seni, dan hal hal yang unik dari budaya asli daerah yang memiliki karakter dan harus kita kembangkan, kita pelajari, dilestarikan dan jangan malu untuk kita kembangkan dan kita promosikan, dengan adanya diskusi seperti ini dapat belajar bersama,

Baca Juga :  Sejarah Tangerang Akan Digambarkan di Gedung Diorama

Sementara itu, Pola Malinda, S.Pd. mengatakan, kegiatan sharing yang di adakan oleh pemilik kedai We Coffe ini prihal kepedulian generasi muda dengan kebudayaan asli daerah.

“Untuk pengembangan budaya daerah ini kita biasakan dengan diskusi santai, namun bukan hanya diskusi mengenai kebudayaan saja, kita juga harus dapat menggalakkan untuk melestarikan kebudayaan daerah kita seperti itu, karena kita harus bersama sama untuk melestarikan kebudayaan ini di tengah modernisasi, dimana kita selalu di jajah dengan dunia kebarat-baratan, namun kita harus dapat memfilter dan menyaring apa yang kita dapatkan supaya budaya kita selalu menjadi yang pertama.

Ditempat yang sama, pemilik kedai We Coffe Fahri Pranata, mengatakan, Awal mulanya terkait adanya kegiatan Diskusi ini adalah sebagai wadah selain kita berbisnis namun kita juga jadikan tempat We Coffe ini adalah sumber sebuah tempat untuk belajar baik teman teman rumah, teman kuliah.

“Saya mempunyai konsep ini sebagai salah satu sebuah kebudayaan dan mengajak para pemuda, khususnya mahasiswa, agar dapat melestarikan kebudayaan daerah dan dapat belajar bersama agar peduli terhadap lingkungan dan kebudayaan daerah asli namun bukan hanya itu kita juga dapat berani untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. “Saatnya mahasiswa dan pemuda-pemudi buka lapangan pekerjaan,” ungkap Fahri Pranata.

Tak kalah menginspirasi, pengusaha muda di bidang kopi dengan nama brand We Coffe ini Fahri Pranata, menyerukan kaum milenial untuk bisa selalu berkarya membangun Negeri.  “Mari anak muda berkarya bersama untuk satu visi membangun Negeri,” tegas Fahri Pranata (A. Farhan).