Beranda Berita Terkini STISIP Yuppentek : Pemkot Tangerang Perlu Pendamping Sosialisasi Aplikasi Tangerang Live Sebagai...

STISIP Yuppentek : Pemkot Tangerang Perlu Pendamping Sosialisasi Aplikasi Tangerang Live Sebagai Pelayanan Publik Secara Tematik

BERBAGI

Kota Tangerang, Beritatangsel.com – Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek Tangerang memberi usulan soal maksimalisasi Tangerang Live kepada Pemkot Tangerang khususnya Dinas Kominikasi dan Informasi (Diskominfo).

Sekretaris LPPM Stisip Yuppentek Raden Budi Satriyo mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan aplikasi Tangerang Live sejak Agustus 2016. Aplikasi itu dapat diunduh melalui di Playstore yang dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi publik namun, ia mengatakan masih sangat minim pengguna sampai saat ini, maka kami usulkan agar Pemkot Tangerang secepatnya menggunakan tim pendamping untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi Tangerang Live di masyarakat,

“Masyarakat Kota Tangerang hanya tinggal mendownload aplikasi Tangerang Live dan semuanya tersedia di dalam satu genggaman (handphone-Red) namun, banyak masyarakat belum mengetahui tentang manfaat dan konsep partisipasi masyarakat dalam hal ini,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/20).

Berdasarkan data yang dihimpun LPPM Stisip Yuppentek saat menjalankan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada bulan lalu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aplikasi Tangerang live itu, akhirnya hanya membuat pengguna Tangerang Live menjadi pasif.

Padahal dengan aplikasi itu, lanjut Budi, Pemkot Tangerang akan mendapat masukan secara langsung dari masyarakat serta dapat meresponsnya dengan segera.

“Hal itulah STISIP Yuppentek mempunyai acuan untuk mengusulkan Pemkot Tangerang membuat tim pendamping sosialisasi yang bergerak ke elemen masyarakat, agar aplikasi Tangerang Live bisa produktif ,” sambungnya.

Lebih jauh Budi membeberkan, selama ini Diskominfo kurang melakukan monitoring pengenalan aplikasi tersebut. Apalagi kampanye aplikasi tersebut hanya terlihat dimedsos saja. Maka selanjutnya sangat diperlukan sebuah evaluasi yang berkelanjutan dari dinas itu sendiri.

“Karena selama ini menurut saya monitor dan evaluasinya yang agak kurang konsisten, jadi terkesan keberlansungan dan keberlanjutannya agak kurang bisa di pertahankan,” ujarnya.

Baca Juga :  Seorang sopir dan kernet truk kontainer menjadi korban kejahatan perampokan

Sehingga akibat dari kurangnya monitoring dan evaluasi tersebut, budi menduga bahwa Diskominfo Kota Tangerang tidak memiliki data dan gagap dalam memahami pengguna aplikasi Tangerang Live di setiap wilayah Kecamatan yang ada di Kota Tangerang.

“Dugaan saya, mungkin karena kurangnya data yang valid dan mapping yg baik,” Terangnya. (A.Farhan)