Beranda Berita Terkini Kembangkan Budidaya Ikan Lele dan Patin, DKP3 Gelar Pelatihan

Kembangkan Budidaya Ikan Lele dan Patin, DKP3 Gelar Pelatihan

BERBAGI
Walikota Tangsel Airin Bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta Para Peserta Pelatihan

CIPUTAT, BERITATANGSEL.COM – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Pelatihan Budidaya Ikan Lele dan Patin dalam kegiatan Pengembangan Bibit Ikan Unggul di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) DKP3 Jombang, Ciputat, Tangsel pada Selasa, 26 Februari 2019.

Menurut Kepala DKP3 Tangsel Nur Slamet, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan budidaya ikan di Kota Tangsel. Yang hadir saat ini masuk dalam kelompok budidaya ikan.

“Jadi hingga saat ini sudah ada 50 kelompok yang berkembang. Per kelompok beranggota 20 orang, berarti sudah ada 1000 orang. Kalau saya bisa membantu 1000 orang dari 80 ribu orang miskin yang ada di Tangsel. Berarti akan mengurangi angka kemiskinan di Tangsel,” kata Nur Slamet.

Nur berharap pengetahuan ini bisa berkembang. Sehingga bisa sukses dalam membudidayakan ikan untuk menjadi konsumsi masyarakat Tangsel.

Pemkot Tangsel melalui DKP3 berupaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Tangsel melalui program pengembangan perikanan. Program ini ditujukan kepada para kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) agar bisa meningkatkan produksi dan produktivitas usaha budidaya perikanan yang telah digelutinya.

“Upaya ini terus dilakukan secara berkesinambungan dengan memberikan stimulus bantuan berupa pelatihan, kunjungan, temu usaha maupun bentuk kegiatan lainnya,” bebernya.

Pelatihan budidaya lele dan patin yang sekarang dilaksanakan merupakan tindaklanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat kota pada tahun 2018 yang lalu.  

“Tujuan dilaksanakannya pelatihan budidaya ikan lele dan patin ini agar masyarakat memiliki keterampilan melakukan usaha budidaya ikan, apalagi narasumber yang dihadirkan berasal dari balai yang memang tugas dan fungsinya terkait erat dengan usaha budidaya ikan,” bebernya.  

Berdasarkan data dari DKP3 Tangsel, bahwa produksi ikan di kota Tangsel pada tahun 2018 sebesar 351,3 ton. Produksi ini mengalami kenaikan sebesar 80% dari sebelumnya sebesar 194,9 ton pada tahun 2017.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan usaha budidaya perikanan merupakan salah satu sub sektor strategis dalam pemenuhan kebutuhan dan ketersediaan protein hewani masyarakat Kota Tangsel.

“Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dan angka konsumsi ikan sekitar 30,72 kg perkapita per tahun maka dibutuhkan sekitar 46.080 ton ikan per tahun. Ini merupakan potensi pasar yang cukup besar untuk menyalurkan hasil budidaya perikanan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pembudidaya ikan di kota Tangsel,” bebernya.

Selain potensi yang cukup besar, ada beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan antara lain semakin berkurangnya lahan untuk budidaya perikanan. Oleh karena itu diperlukan teknologi-teknologi aplikatif yang bisa diterapkan oleh masyarakat, baik dalam kuantitas maupun kualitas, sehingga dengan keterbatasan lahan tapi tetap bisa meningkatkan produksi dan produktivitas produksi perikanan.

Dengan produksi yang meningkat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan. Permasalahan berikutnya adalah ketidakstabilan pasar dan harga ikan. untuk itu diperlukan kerja sama antar kelompok dalam upaya meningkatkan daya saing produk perikanan dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

“Saya berharap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik dan sungguh-sungguh, bahkan diharapkan peserta pelatihan/ pokdakan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas budidaya ikannya dengan maksimal,” ungkapnya. (Humas Kominfo Pemkot Tangsel)

Baca Juga :  Peringati hari jadi hut ke 9 kecamatan setu