Beranda Berita Photo Tahun 2021, Tangsel Ingin Jadi Smart City

Tahun 2021, Tangsel Ingin Jadi Smart City

BERBAGI

BERITATANGSEL.COM – Tahun 2021 menjadi Target Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menjadi kota pintar atau smart city. Berbagai upaya pun dilakukan Pemkot Tangsel yang belum lama ini genap 10 tahun berdiri.

Seperti dikatakan Wakil Kota Tangsel Benyamin Davnie, menjadikan Tangsel smart city diperlakukan untuk memperbaharui dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kalau terkait dengan visi, misi, dan target 2021, makanya sejak periode pertama dan dilanjutkan periode kedua semakin gencar mewujudkan smart city,” ujar Benyamin saat kegiatan sosialisasi master plan smart city di Tandon Ciater, Tangerang Selatan, Senin (3/12/2018).

Orang Nomor Dua di Tangsel itu mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya telah membangun aplikasi di hampir setiap dinas yang terintegrasi dan memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya aplikasi pengaduan masyarakat bernama Sistem Aplikasi Pelaporan dan Penugasan (SIARAN).

Lebih rinci dikatannya, Dalam sebulan ada lebih dari 100 pengaduan yang dilaporkan masyarakat. Paling banyak terkait fasilitas penerangan jalan umum, jalan berlubang, kemacetan, dan sampah.

Setelah laporan masuk, dinas terkait segera menindaklanjuti. Akan ada tanda merah jika dinas terkait tak juga menanggapi laporan tersebut.

Pemkot Tangsel juga memasang 100 kamera CCTV di tempat-tempat strategis dan rawan kejahatan. Benyamin mengatakan, akan menambah jumlah CCTV agar bisa terpasang dan mengawasi keamanan di tiap persimpangan, maupun fasilitas umum.

Pemkot Tangsel juga akan memperbanyak jaringan internet atau WiFi di ruang publik seperti taman kota, puskesmas, dan sekolah. Pemkot Tangsel melibatkan masyarakat agar masyarakat mendukung sistem smart city.

Benyamin mengatakan, salah satu kendala penerapan smart city yaitu membiasakan warga dan aparat menggunakan teknologi informasi yang sudah dibuat.

“Kendalanya kulturnya. Kalau teknologi bisa kami kejar, anggaran bisa diciptakan, tapi budaya kerja itu, kultur kita menggunakan teknologi informasi sebagai basis dari smart city itu yang harus segera dilakukan perubahan,” ujar Benyamin

(kompas.com)

Bagikan :