Beranda Berita Photo LDKS SMA GIS 2 Serpong: Mencetak Pemimpin Masa Depan

LDKS SMA GIS 2 Serpong: Mencetak Pemimpin Masa Depan

BERBAGI

Serpong, Beritatangsel.com – Pemimpin sejatinya bukan hadir dadakan,  seperti tahu bulat. Pemimpin selaknya dihadirkan melalui proses & tahapan yang sistemik. Indonesia sebagai bangsa yang besar hanya akan mampu dipimpin oleh manusia yang kuat visi leadershipnya. Bukan karena dikemas media,  proses pencitraan seolah-olah sesuai dengan  karakter pemimpin ideal. Justru yang terjadi pemimpin model itu tidak akan membawa bangsa menjadi lebih baik.

Menyongsong Indonesia Emas 2045, maka pemimpin yang akan hadir adalah generasi sekarang yang berada di tingkat sekolah menengah dan atas. Sekolah menjadi sarana yang signifikan untuk menghadirkan pemimpin yang handal. Pemimpin yang sudah dibina sejak dibangku sekolah,  melalui proses dan tahapan yang tidak instan.

SMA Global Islamic School 2 Serpong yang salah satu misinya “mencetak future leader” mempunyai peran yang sangat vital. Oleh karenanya untuk mewujudkan misi tersebut diadakan program kegiatan yang pada gilirannya bisa menghadirkan siswa dengan karakter leadership yang kompeten.

Salah satu programnya adalah LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa). LDKS adalah program wajib yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik baru,  khususnya kelas X di tingkat SMA GIS 2 Serpong.

LDKS adalah tahapan sarana mencetak pemimpin yang kuat. Pada tahun ini LDKS SMA GIS 2 Serpong bekerjasama dengan unit di TNI, yaitu Unit Nubika yang berlokasi di wilayah Ciseeng,  Bogor.

Acara yang dikemas dengan metedo pendekatan kepemimpinan berbasis ala militer,  dianggap bisa mendidik siswa baru SMA GIS 2 Serpong lebih baik.

Dengan tema “To Shape Dedicated,  Competent,  Respinsible, and Islamic Future Leader”, pihak sekolah berharap tema tersebut jika dikemas dengan baik oleh NUBIKA. Kepala Sekolah SMA GIS 2 Serpong,  Unggul Prakoso,  menyampaikan dalam sambutan upacara pembukaan bahwa kepemimpinan tanpa kedisiplinan adalah bohong. Kepemimpinan bisa berjalan dengan baik jika diimami oleh seorang yang mempunyai kedisiplinan. Pemimpin yang disiplin tidak akan berhasil jika tidak mampu menjalin kerjasama. Maka di LDKS ini siswa tidak hanya dilatih untuk berdisiplin tetapi juga harus bisa menjalin kerjasama dengan temannya.”

Baca Juga :  Indonesia-Iran Akan Jalin Kerja sama Budaya

LDKS ini berlangsung dari Kamis hingga Sabtu,  30 Agustus – 1 September. Diikuti oleh 60 peserta kelas X SMA GIS 2 Serpong. Acara diisi dengan latihan baris-berbaris, dengan tujuan agar siswa mempunyai kedisiplinan,  kekompakkan dan keserasian. Selain itu juga diberikan materi leadership,  ke-khasan kultur perguruan GIS,  outbond betujuan membentuk generasi yang tangguh,  kuat,  bisa bekerjasama. Diisi pula muatan religi dengan senantiasa membiasakan untuk Sholat Fardu berjamaah, diawal waktu. Dini hari dilakukan Qiyamul lail (Sholat Tahajud). Sesi ini untuk menguatkan tauhid,  bahwa manusia adalah makhluk,  tanpa mendekatkan diri kepada Allah,  maka semua tidak akan berhasil. & terwujud. Ada keseimbangan ikhtiar,  horizontal dan vertikal

Acara puncak adalah api unggun dan pentas seni siswa. Makna dari api unggun adalah agar siswa bisa menjadi cahaya, seperi api unggun di tengah kegelapan malam. Mempunyai semangat membara & membakar.

Pentas seni adalah agar siswa mempunyai karakter kreatif dan inovatif. Kesemuanya untuk mendewasakan mereka agar leb8h bisa bertanggungjawab. Besar harapan rangkaian kegiatan LDKS bisa sebagai proses menghadirkan kepemimpinan nasional di masa datang. Pemimpin dengan karakter, dedikasi,  kompeten,  tanggungjawab & tetap bersadar pada poros ketuhanan.