Beranda Berita Photo Pakjing, Dari Hobi Hingga Menjadi Pusat Penjualan Ikan Arwana

Pakjing, Dari Hobi Hingga Menjadi Pusat Penjualan Ikan Arwana

BERBAGI

Pondok Aren, Beritatangsel.com – Berawal dari hobi seorang menjadikan tempat tinggalnya menjadi budidaya ikan arwana. Ali Kholidin salah satunya, kini sukses menjadi pusat penjualan ikan arwana bernama Pakjing di tempat tinggalnya sendiri, Komplek Taman Mangu Indah Blok B2 No. 11, Jurang Mangu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Ikan Arwana merupakan suku kecil ikan air tawar primitif  yang masih dijumpai hingga sekarang. Meskipun bersifat predator seperti kerabat dekatnya ikan Arapaima gigas, ikan ini merupakan ikan yang sangat populer dan juga sangat banyak dicari karena warna dan juga bentuknya yang sangat indah.

Ikan yang hanya bisa ditemukan di kawasan Asia Tenggara ini masuk dalam daftar spesies ikan yang dilindungi karena populasinya mulai langka itulah sebabnya harganya pun fantastis.

Kendati demikian, perdagangan ikan arwana tetap diperbolehkan secara hukum meskipun status perlindungannya sudah masuk Appendix I CITES dengan syarat arwana yang diperdagangkan adalah hasil penangkaran.

Ali menjelaskan, “kalo ikan yang saya punya super red ukuran dari pertama saya pelihara 15cm. Harga tergantung kualitas kalo yang biasa 3 sampai 4 juta kalau kualitas nya lebih bagus bisa sampai 5 juta sampai 6 juta harganya bisa tinggi karena susah ternakannya dan tidak semua pertenak mimiliki indukan yang bagus.”

Harga ikan arwana juga tergantung ikan dari kualitas indukan yang akan di kawinkan, jika indukan yang berkualitas bagus kemungkinan besar harga dari keturunanya melebihi dari harga indukannya.

“Jadi indukan yang bagus jelek semua digabung karena dia pikir buat bisnis dan setelah netes ada harga standar, harga standar nya ya segituh kalo mau lebih bagus, tentu saja para perternak ngumpulin indukan yang special, itu jarang biasa indukan yang special harganya pun special, misal harga ikan 3 juta keturunanya dua kali lipat nya, bisa mencapai 5 juta sampai 6 juta dan bentuk ikan nya nanti beda, terus warna juga pengaruh ada yang body nya bagus tapi warnanya jelek harga ga bisa naik karena yang dilihat kan warna. Hebat nya lagi ikan super red itu warna ikan satu ke ikan lain tidak ada yang sama berati ikan super red itu ikan awarna yang paling bagus, paling bagus dari warna sirver dari Brazil, Irian atau Papua, Australia dan dari Banjarmasin. Banjar golden red, dan super red yang terbaik dan di sukai sama orang luar negeri,” ujarnya kepada siswa magang SMK N 6 Tangsel, Rabu (31/1).

Baca Juga :  Samsat Ciputat Menargetkan Pengenaan PKB Senilai Rp 702 Miliar

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan warna merah pada tubuh arwana merah. Seperti paparan sinar matahari, tapi sayangnya para penggemar menaruh akuarium mereka di dalam rumah sehingga jauh dari jangkauan sinar matahari, ataupun jika akuarium terkena sinar matahari akuariumnya banyak ditumbuhi oleh tanaman yang berlebihan.

“Super red itu asli nya dari Pontianak. Pertumbuhan tergantung akuarium sama makan, makanan utama super red itu udang bisa udang air tawar bisa udang air asin bisa udang hidup, kodok, dan jangkrik tergantung dia mau dikasih makan apa, kualitas air juga sangat pengaruh untuk memucul kan warnanya, kualitas air pH dibawah 100, untuk warna merah nya muncul matahar juga berpengaruh dan perawatan meliputi air, pakan, dan sinar. Jika didalam ruangan pake utra violet, ada juga obat biar warna keluar tapi itu kurang bagus karena bisa membuat mandul makannya kita ga pake, tutupnya.

Untuk mendapatkan warna merah penuh pada ikan arwana tidak ada jaminan karna faktor utama adalah gen atau kualitas indukan.

Penulis : Siswa Magang SMK Negeri 6 Tangsel