Beranda Berita Photo Bahas Isu Toleransi, Sasindo Unpam Gelar Diskusi dan Pemutaran Film “Ahu Parmalim”

Bahas Isu Toleransi, Sasindo Unpam Gelar Diskusi dan Pemutaran Film “Ahu Parmalim”

BERBAGI
Foto: Saat berlangsung pemutaran film

Serpong, Beritatangsel.com– Sebagai bentuk seremoni dari rangkaian peringatan Hari Toleransi Internasional rumah produksi film Kampung Halaman, adakan roadshow pemutaran dan diskusi film “Ahu Parmalim” di Kampus Universitas Pamulang (Unpam) gedung 3, Viktor, Serpong (29/11/2017).

Film yang telah diputar di 40 titik dari rencana 70 titik di seluruh Indonesia ini mendapatkan respon beragam saat sesi diskusi yang dilakukan oleh Produser film “Ahu Parmalim”, Dian Herdianty, pemerhati sosial, Sari Fitria, Kepala Program Studi Sastra Indonesia (Kaprodi) Unpam, Muhammad Wildan, serta puluhan mahasiswa Unpam yang mayoritasnya adalah mahasiswa jurusan Sastra Indonesia.

Saat berlangsung pemutaran film

Dalam pemaparan singkat perihal latar belakang film tersebut, Produser film, Dian Herdianty, menjelaskan, bahwa melalui film ini pihaknya tidak membawa isu-isu Sara, melainkan hanya menggambarkan keadaan kelompok minoritas agama penghayat parmalim di Sumatra Utara.

“Kami membuat film ini tujuannya memang untuk didiskusikan, kita hanya ingin menggambarkan bahwa di Indonesia ini banyak sekali agama lokal dan punya tata cara dalam hidup mereka” ujarnya.

Makanya, lanjut Dian, film ini memang dibuat apa adanya tanpa settingan dan hanya menggambarkan minoritas dengan segala yang mereka lakukan.

“memang kebetulan momentnya pas dengan penerbitan keputusan MK terkait pengakuan agama di luar agama tercatat. Namun dari terkait kontroversi tersebut, saya berharap dengan adanya film ini kita mendapatkan pesan bahwa perbedaan itu seharusnya bisa dirayakan” Ujarnya.

Sesi diskusi

Disisi lain, Kaprodi Sastra Indonesia Unpam, Muhammad Wildan, Mengatakan, isu toleransi dan intoleransi itu memang ada, mengingat betapa beberapa waktu lalu gaung politik isu toleransi sangat keras berhembus.

Ki-ka: Ivan Tio Sadewo (Ketum Hima Sasindo), Dr. Muhammad Wildan (Kaprodi Sasindo Unpam), Dian Herdianty (Produser Film “Ahu Parmalim), Varatisha Anjani (Moderator) Saat penyerahan sertifikat secara simbolis.

“Jangankan beda agama, sama agama pun kita sering intoleran, yang paling dekat adalah qunut dan tidak qunut” ucapnya.

Selain itu terkait keputusan MK tentang diakuinya agama di luar 6 agama besar di Indonesia, merupakan bentuk kemajuan demokrasi.

“keputusan MK ini adalah suatu bentuk kemajuan demokrasi dan toleransi ditengah gejolak isu-isu seksi tersebut”

Maka dari itu, masih kata Wildan, sepatutnya -lah kaum akademik atau generasi terdidik bisa lebih kritis dalam menyikapi masalah-masalah yang bisa memecah belah bangsa. Oleh karenanya, Mahasiswa atau kaum terdidik seharusnya menjadi kaum kritis yang dilandasi dengan pemikiran toleran.

Sementara itu, saat ditemui diakhir acara, Ketua pelaksana diskusi dan pemutaran film, Ivan Tio Sadewo, menjelaskan bahwa acara ini adalah upaya mencari solusi terkait masalah yang tengah melanda bangsa yang penuh perbedaan ini.

“Saya berharap setelah acara ini para mahasiswa bisa memahami makna toleransi dan akhirnya bisa mendapatkan solusi terkait permasalahan tersebut” tukasnya. (Bal)

Bagikan :