Beranda Berita Photo UIN Jakarta Gelar Konferensi Internasional Soal Keragaman dan Inklusi Disabilitas.

UIN Jakarta Gelar Konferensi Internasional Soal Keragaman dan Inklusi Disabilitas.

BERBAGI

Ciputat, beritatangsel.com– Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, selasa (21/11) menggelar Konferensi Internasional tentang ‘Keragaman dan Inklusi Disabilitas di Masyarakat Muslim; Pengalaman Asia.’

Acara ini yang berlangsung di Hotel Grand Dhika, Jakarta Selatan ini, berlangsung selama dua hari, dari tangal 21-22 November 2017. Konferensi Internasional digelar dalam rangka menyambut hari “Penyandang Disabilitas Internasional” yang setiap tahun diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Acara Konferensi Internasional ini digelar FIDKOM, bekerjasama dengan The Institute for Religion, Politics, and Society (IRPS), Australian Catholic University (ACU) dan The Institute for Culture and Society at University of Western Sydney, serta didukung oleh The Asia Foundation (TAF).

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diinisiasi oleh sejumlah peneliti, diantaranya, turut hadir, Dr. Dina Afrianty (ACU), Dr. Karen Soldatic, dan Dr. Arief Subhan sejak tahun 2016 melalui program penguatan penelitian disabilitias di Lembaga Pendidikan Islam.

“Hadir sebagai narasumber dari Indonesia maupun Australia, juga dipresentasikan sebanyak 57 makalah dari para peneliti yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang secara khusus memiliki perhatian dan kepedulian terhadap hak-hak penyandang disabilitas,” kata Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Lisma Dwiyati saat dimintai keterangan wartawan.

Acara Konferensi Internasional ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Dede Rosyada. Seperti diterangkan Rektor UIN, kegiatan ini digelar untuk memfasilitasi para akademisi, peneliti, pemerhati, dan pengambil kebijakan, aktivis disabilitas, serta organisasi penyandang disabilitas.

“Betapa pentingnya nilai-nilai inklusi sosial, non-diskriminasi, pluralism, multikulturalisme, dan toleransi keberagaman agama serta keragaman budaya di Asia dan Indonesia.” kata Rektor UIN Jakarta, Prof. Dede Rosyada.

Baca Juga :  Bhineka Tunggal Ika Berbicara

Keynote Speaker Konfrensi Internasional, Prof. Dr. Ayumardi Azra, DEA, dalam acara itu mengatakan, Indonesia merupakan sebuah mengintegrasikan pluralitas dan keragaman, terbukti dengan dijadikannya Pancasila sebagai dasar negara, padahal mayoritas penduduknya adalah muslim.

Pantauan Jurnalis di lokasi, beberapa pembicara lain juga membahas tema-tema diskusi seperti pendidikan inklusif; pelayanan anak dan keluarga; keberagaman dan inklusi social; perempuan/gender/seksualitas; kebijakan, hukum dan politik.

Arief Subhan, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di tempat yang sama mengatakan, Konferensi Internasional ini diharapkan menjadi awal dimulainya kerjasama peneliti Indonesia dan Australia dalam wadah “Australia-Indonesia Disability Research Networks”.

“Konferensi ini juga sekaligus soft launching berdirinya “The UIN Center for Student with Special Need,” jelas Arief Subhan, Kepada Redaksi. (Haji Merah).