Beranda Advetorial Kemerdekaan Indonesia, Pendidikan Cita-cita Bangsa

Kemerdekaan Indonesia, Pendidikan Cita-cita Bangsa

BERBAGI

Serpong, Beritatangsel.com – Beberapa hari lagi Indonesia akan memasuki usianya yang ke 72 tahun, usia yang sudah terbilang tua tentunya, lantas setelah 72 tahun diproklamirkan Indonesia menjadi negara yang merdeka 100 %?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Yahya Sutaemi mengatakan, kemerdekaan bukan hanya dimaknai dengan lepasnya bangsa Indonesia dari keterjajahan bangsa asing.

“Tetapi lebih dari itu, kemerdekaan bangsa berarti kemerdekaan pula bagi seluruh rakyatnya, yakni terbebas dari segala bentuk eksploitasi, kebodohan dan ketidakadilan, ” kata Yahya kepada Beritatangsel.com

Konstitusi mengatakan bahwa setiap Warga Negara Indonesia mempunyai hak untuk hidup adil dan sejahtera, sebagai prasyarat kemerdekaan seutuhnya.

Menurutnya, merdeka itu adalah kekuasan untuk menentukan diri sendiri untuk bisa mengembangkan potensi diri.

“Apabila kita menginginkan kemerdekaan yang seutuhnya, yakni kedaulatan disegala aspek, negara Indonesia mempunyai tanggung jawab penting untuk membuat setiap rakyatnya untuk berdiri di kaki sendiri dan tidak bergantung terhadap bangsa atau pihak lain, ” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan adalah alat yang tepat untuk membuat Indonesia menuju kemerdekaan seutuhnya.

Wacana mengenai pendidikan sebagai wujud sebuah kemerdekaan telah menjadi prioritas utama ketika bangsa Indonesia hendak mengumumkan dirinya menjadi Negara yang merdeka. Hal ini tercantum didalam Isi pembukaan UUD 1945 yang menegaskan cita-cita mencerdaskan setiap manusia Indonesia.

“Pendidikan sebagai cita-cita bangsa berarti perjuangan membawa rakyat Indonesia keluar dari keterjajahan dengan memerangi kebodohan dan keterbelakangan, ” tambahnya.

Kemudian, mengenai pendidikan sebagai pilar utama untuk menuju kemerdekaan diperkuat juga posisinya dengan pencantumannya beberapa pasal di dalam UUD 1945.

Bahkan, jauh sebelum Indonesia terbebas dari penjajahan, sudah tercetus tekad untuk menjadikan pendidikan sebagai alat untuk menumpas penindasan dan segala bentuk eksploitasi.

“Ini bisa dilihat pada pemikiran Kartini, gadis keturunan Ningrat pengubah wajah perempuan Indonesia dan pengagas sekolah perempuan pertama, “

“Cita-citanya memajukan pendidikan disegala lapisan masyarakat tanpa diskriminasi untuk melepaskan masyarakat Indonesia dari keterpurukan, kebodohan, dan penjajahan yang terus membelenggu rakyat, ” tuturnya.

Kartini juga menyadari bahwa pembodohan adalah senjata bagi kaum penindas, termasuk kolonialis.

“Gagasan Kartini yang mejadikan pendidikan sebagai alat untuk menuju kemerdekaan sudah sangat tepat. Dengan pendidikan manusia akan mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia. Pendidikan yang membebaskan akan melepaskan mereka dari mental budak atau bangsa terperintah, ” pungkasnya. (Adv)

 

Baca Juga :  Dindikbud Tangsel Sambut Baik Kerjasama Peningkatan Kualitas Pendidikan