Beranda Berita Photo Puluhan Karyawan Dipecat, Mantan Pekerja PT ISS Indonesia Demo Tuntut Perusahaan Berikan...

Puluhan Karyawan Dipecat, Mantan Pekerja PT ISS Indonesia Demo Tuntut Perusahaan Berikan Gaji

BERBAGI
Berbagilah dengan :

Pondok Aren, Beritatangsel.com – Puluhan karyawan PT ISS Indonesia berunjuk rasa didepan Kantor PT ISS Kota Tangsel yang berlokasi di Bintaro Jaya, Pondok Pucung, Pondok Aren, Kota Tangsel, pada Rabu (14/6/2017) pagi tadi.

Mereka yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia memprotes manajemen perusahaan karena belum membayarkan gaji sebanyak 26 karyawan yang telah dipecat.

Demikian disampaikan Koordinator Aksi, Ahmad Doim dalam orasinya.

“Tindakan yang telah dilakukan oleh pihak PT ISS Indonesia, telah melanggar undang-undang, dan jelas telah melakukan suatu kejahatan kemanusiaan. Buruh yang di PHK, selama tiga bulan gajihnya tidak dibayar oleh perusahaan, jika mengacu pada UU No 13 Tahun 2003 itu tidak boleh, ini termasuk kejahatan, ” tegas Doim.

Dari pantauan Beritatangsel.com, aksi yang dimulai pada pukul 09.30 wib hingga nampak dijaga ketat oleh satpam PT ISS indonesia, Kepolisian Polsek Pondok Aren dan Polres Tangsel serta anggota Koramil Pondok Aren.

Poster yang Dibentangkan Karyawan

“Suratnya belum dibuat oleh perusahaan, pegawai sudah dipecat, kedua gajinya belum dibayar, dan dalam undang-undang juga diatur kalau pun mereka ini di PHK tapi harus ada kewajiban yang ditunaikan oleh perusahaan, ” jelasnya.

Mengutip dari Kicaunews.com, menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan PT ISS Indonesia melalui Human Management Security Ari Kurniyanto mengatakan, pihaknya saat ini masih selalu terbuka untuk terus melakukan dialog dengan buruh yang berunjuk rasa.

“Kami tadi pagi sudah melakukan mediasi, jadi sebanyak 26 karyawan bukan dipecat, tapi direlokasikan, namun untuk satu orang karyawan memang sudah habis kontrak kerjanya, ” kata Ari.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa meliputi, Cleaning Service, Driver, Resepsionis dan Security ini siap untuk melakukan mediasi.

“Dan kami juga sudah menjelaskan kepada mereka bahkan sekalipun mediasi dilakukan di pengadilan pun kami siap, ada pun nanti hasilnya di pengadilan apa, kami siap mengikuti. Adapun mereka begitu mungkin mereka karena atas nama solidaritas, ” ujarnya. (Red)

Berbagilah dengan :