Beranda Berita Photo Misteri Dibalik Kematian Mayat Pria Tergantung di Sangiang

Misteri Dibalik Kematian Mayat Pria Tergantung di Sangiang

BERBAGI

Kota Tangerang, Beritatangsel.com – Penemuan mayat berjenis kelamin pria di sebuah empang di wilayah Sangiang, Kota Tangerang pada tanggal 3 Februari 2017 lalu membuat geger warga sekitar menyimpan 1001 misteri yang belum terkuak.

Informasi yang diperoleh, korban bernama Riza Fahrudin (34) warga Kelurahan Sudimara Timur, Ciledug, Kota Tangerang.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai pengepul ikan ini ditemukan dengan kondisi leher terjerat seutas tali dengan posisi tubuh menempel di tembok dinding pabrik aki di kawasan tersebut.

Eka Wahyudi (41) kakak kandung korban kepada wartawan, Senin (24/4/2017) menuturkan dugaan adanya beberapa kejanggalan fisik atas kematian korban.

“Wajah tinggal tengkorak, gigi rontok 7 buah serta posisi tergantung tidak tinggi dari tanah dan tidak ada bangku untuk pijakan, tali tambang terdapat sambungan, ” beber Eka kepada wartawan di Ciledug, Kota Tangerang. Senin (24/4/2017).

Dirinya menjelaskan, pada bulan Januari 2017 lalu adiknya sempat terjadi perkelahian terkait persaingan ekonomi dengan rekan bisnis bosnya.

“Pada waktu itu adik saya bersama tiga temannya bertengkar diduga atas perintah atasannya, ” ujarnya.

Perkelahian tersebut berujung pembacokan bahkan sempat dibawa ke ranah hukum di Polsek Jatiuwung kemudian berhasil diselesaikan dengan surat pernyataan damai secara kekeluargaan.

Setelah kejadian tersebut, Eka mengatakan bahwa almarhum pernah bercerita lewat sambungan telepon seluler jika adiknya mengaku sering mendapat pesan singkat bernada teror oleh orang yang tak dikenal.

“Ancaman fisik berupa pengancaman mau dibunuhlah, ” Kata Eka meniru ucapan almarhum Riza pada kala itu.

“Saya berharap kasus ini di proses sampai tuntas dan ditemukan pelakunya, ” harapnya.

Hal senada diutarakan Purwadi, SH selaku kuasa hukum dari pihak keluarga korban.

“Apabila ada indikasi dugaan tindak pidana penganiayaan atau pembunuhan meminta kepolisian sebagai penyidik untuk menangani kasus ini secara profesional agar segera ditemukan pelakunya, ” singkatnya. (DR/Dc)

Baca Juga :  Menikmati Mahakarya Indonesia Khas Betawi