Beranda Berita Photo Naas!! Akibat Ricuhnya Kompetisi Futsal, Mahasiswa Ini Jadi Korban Luka-luka

Naas!! Akibat Ricuhnya Kompetisi Futsal, Mahasiswa Ini Jadi Korban Luka-luka

BERBAGI
Berbagilah dengan :

Ciputat, Beritatangsel.com – Turnamen futsal yang digelar Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berakhir ricuh. Seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FE&B) menjadi korban aksi preman yang dilakukan oleh 5 mahasiswa peserta turnamen futsal itu.

Akibatnya, korban yang belakangan diketahui bernama Ahmad Qurtubi itu harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius pada bibirnya. Bibir Qurtubi terpaksa harus dijahit karena dihantam batu oleh salah seorang pelaku pengeroyokan.

Kejadian itu bermula saat tim futsal Fakultas Ekonomi dan Bisnis bertanding melawan tim futsal Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, karena ricuh, Qurtubi mencoba melaporkan kepada panitia pelaksana agar pihak keamanan meredakan situasi dan mengamankan teman satu timnya agar tak menjadi sasaran.

Namun, diluar dugaan, pemain dari kesebelasan lain di luar lapangan malah beramai-ramai memukuli Qurtubi.

Atas kejadian itu, Abi, sapaan akrab Ahmad Qurtubi, melaporkannya ke Mapolsek Ciputat di Jalan Ir Haji Juanda Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

“Saya akan laporkan ini ke pimpinan kampus dan polisi. Saya juga kecewa karena pihak keamanan dan panitia tidak mengantisipasi masalah ini,” ungkap mahasiswa semester 3 jurusan manajemen itu.

Saat melaporkan kejadian ini, Abi bersama kedua temannya yang menjadi saksi langsung diarahkan ke ruang pemeriksan Tim 1 Unit Reserse Kriminal Polsek Ciputat. Atas laporan tersebut, pelaku pengeroyokan terancam pidana dan dikenakan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan.

Kapolsek Ciputat Kompol Tatang Sarif mengatakan, laporan atas aksi pengeroyokan itu akan ditindak lanjuti. Namun, di sisi lain, Polsek Ciputat tak mengetahui jika ada penyelenggaraan turnamen futsal yang terbuka untuk umum di kampus tertua milik Perserikatan Muhammadiyah itu.

“Kita tidak tau ada acara pertandingan futsal. Laporan pengeroyokan, tetap kita terima,” singkat Kompol Tatang 

Salah seorang saksi Muhammad Iqrar Pratama menambahkan, aksi tidak terpuji mahasiswa itu kerap terjadi di kampusnya. Bahkan sebelumnya pernah terjadi aksi ancaman kepada mahasiswa dengan senjata tajam gara-gara pertandingan futsal. “Sebelumnya ricuh dan terjadi aksi ancaman dengan sebilah celurit oleh orang tidak dikenal,” tambahnya.

Ia bersama puluhan mahasiswa lainnya, yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa Peduli UMJ menyesalkan tindak premanisme yang terjadi di UMJ. Menurut Iqrar, pimpinan kampus harus bertindak tegas dengan memecat oknum mahasiswa yang terlibat tindak pidana yang terjadi di kampus.

“Kita minta polisi segera menangkap pelaku, dan pimpinan kampus tegas mengeluarkan pelaku pengeroyokan. Kita tak ingin almamater UMJ tercoreng dengan tindakan jalanan itu,” pungkas Iqrar yang juga Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen. (*)

Berbagilah dengan :