Beranda Berita Photo Materi Tak Masuk Akal Saat Badan POM Lakukan Sosialisai Keamanan Pangan di...

Materi Tak Masuk Akal Saat Badan POM Lakukan Sosialisai Keamanan Pangan di Pondok Aren

BERBAGI

Pondok Aren, Beritatangsel.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat melalui KIE lakukan soaialisasi pemberdayaan masyarakat dengan tema “Pengembangan Kader Keamanan Pangan” di Gedung Serba Guna Jl. Graha Raya Bintaro Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (1/10/2016) pagi.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut turut hadir Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dra. Hj. Siti Masrifah, MA., Direktur Observasi Pangan dan Obat, Kasie Balai POM Banten Faisal Msutofa dan 400 orang peserta undangan sosialisasi.

Panitia acara sosislisasi Muhammad Yahsa mengatakan, tujuan dari sosialisasi tersebut merupakan penyuluhan kepada masyarakat agar paham akan pentingnya keamanan pangan.

“Karena kalau makanannya sudah tidak sehat maka otomatis kesehatan mereka pun akan menurun,” jelasnya.

Muhmmad juga mengungkapkan, kualitas kesehatan seseorang itu sangat berpengaruh dengan kualitas makanan dan apa yang di makan.

“Makanya dalam sosialisasi ini kami banyak mengundang wanita khususnya Ibu rumah tangga, karena merekalah yang setiap hari menyajikan makanan kepada suami dan anak – anak mereka,” paparnya.

Sementara Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Dra. Hj. Siti Masrifah., MA saat disinggung maraknya home industri atau pabrik yang memproduksi makanan tidak layak konsumsi dan obat ilegal dirinya mengatakan, pengawasan itu sudah tupoksinya Badan POM dan di Tangsel juga sudah ada Balai POM Provinsi Banten yang bertugas melakukan pengawasan makanan dan obat – obatan.

“Ternyata di Dapil saya banyak ditemukan makanan dan pabrik – pabrik ilegal, seperti di daerah Serang belum lama ini Balai POM menemukan makanan tidak layak konsumsi dan obat – obatan ilegal yang nilanya hampur 20 Miliar,” ungkap Siti kepada awak media.

Dirinya juga menjelaskan, pengawasan kurang optimal dikarenakan kurangnya pasiltas atau gedung Balai POM di tinggkat Kota dan Kabupaten.

“Contoh seperti Tangsel sendiri dengan Balai POM itu jaraknya begitu jauh, harus ke Provinsi dahulu,” kata Siti.

Lebih jauh Ia mengatakan, pihaknya beserta rekan – rekan di Komisi IX DPR RI terus menyuarakan untuk pembagunan gedung kantor Balai POM di wilayah Kota dan Kabupaten.

“Agar lebih mudah melakukan pengawasan terhadap makanan dan obat – obatan di setiapa wilayah, itupun kami tidak bisa janji tapi pada intinya kami dan rekan – rekan akan usahakan itu,” jelas Siti.

Dirinya juga meminta agar Dinas Kesehatan disetiap wilayah agar bersinergis dengan Balai POM di Provinsi Banten.

“Belum adanya gedung atau kantor Balai POM ditiap wilayah Dinas Keshatan diminta bisa bersninergis dan segera melaporkan kepada Balai POM Provinsi bila ada temuan,” harap Siti.

Di lokasi yang sama peserta sosialisasi yang juga Ketua LPM Kelurahan Pondok Pucung. Kecamatan Pondok Aren, Tangsel RHL Tobing mengatakan, materi yang oleh tiga narasumber tidak masuk diakal dan tidak langsung menyentuh kepada masyarakat.

“Tidak rasional, tidak ada yang meyentuh kepada masyarkat dan bukan yang sehari – hari di konsumsi oleh masyarakat,” ketusnya. (Putra)

Baca Juga :  Modal Kejujuran & Kerja Keras, Wagimin Pedagang Ayam Idaman di Pasmod BSD