Beranda Berita Terkini MEA 2015 Peluang Bagi Industri Mebel Indonesia

MEA 2015 Peluang Bagi Industri Mebel Indonesia

BERBAGI
MEA+2015
MEA menjadi sebuah peluang bagi mebel Indonesia

Pondok Aren – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 mendatang bisa menjadi peluang bagi industri furnitur Indonesia.

Hal ini dikarenakan produk mebel Indonesia akan lebih leluasa merambah dan meningkatkan pangsa pasar di kawasan regional.

Menperin mengungkapkan bahwa MEA menjadi sebuah peluang bagi mebel Indonesia, karena pasar domestik dengan populasi 250 juta bisa meluas ke pasar ASEAN yang memiliki penduduk mencapai 620 juta. Jumlah tersebut dinilai menjadi peluang yang sangat besar bagi industri mebel untuk meningkatkan penjualan dengan mengekspor ke berbagai negara ASEAN.

Indonesia sendiri memiliki keunggulan karena ditopang dengan pasokan bahan baku dari dalam negeri sehingga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan nilai tambah. Selain itu pengapalan produk ke pasar luar negeri juga akan menghemat devisa dan dapat meraup pendapatan dalam mata uang dolar AS.

Dari kualitas hasil mebel Indonesia juga diyakini memiliki keunggulan dengan dukungan kreativitas pengrajin mebel dan desain mebel yang selalu berkembang sesuai dengan permintaan pasar. Para desainer lokal juga sudah dikenal dengan ragam desain tradisional maupun kontemporer. Dua komponen penting industri mebel sudah dimiliki Indonesia, yaitu ketersediaan bahan baku dan desainer handal sehingga menjadi modal kuat untuk menghadapi MEA.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mendorong kinerja industri mebel ke arah yang lebih baik lagi dengan salah satunya terkait dengan pasokan bahan baku. Pemerintah mengapresiasi ide dari Asmindo yaitu agar disiapkan buffer stock bahan baku di kawasan industri dengan tujuan mendekatkan bahan baku ke lokasi produksi sehingga dapat menjaga kestabilan harga dan menjamin ketersediaan bahan baku.

Sedangkan untuk daerah penghasil bahan baku dapat dikembangkan industri pengolahan seperti kayu dan rotan yang telah melalui proses pengeringan dan pemotongan, sehingga menjadi barang setengah jadi sebelum di kirim ke pelaku industri mebel di daerah lain.

Melalui cara tersebut diyakini produk mebel Indonesia bisa menjadi unggulan dapat menghadapi MEA dan diharapkan dapat meraih pasar yang lebih besar di kawasan regional ASEAN. Optimisme ini didukung dengan kinerja industri furnitur nasional yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,1 persen pada triwulan I 2015. Pertumbuhan ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 dengan angka pertumbuhan 2,4 persen.

Editor : Radi IsOne

Baca Juga :  Pil Penenang Diedarkan di Kampus Tangerang