Beranda Berita Photo Kecamatan Karang Tengah Dan Kelurahan Pedurenan Lakukan Monitoring Posyandu

Kecamatan Karang Tengah Dan Kelurahan Pedurenan Lakukan Monitoring Posyandu

BERBAGI
Hj. Tatik Yulihari S.sos MM usai mengukur panjang badan balita peserta posyandu Seroja B (Foto: Putra)
Hj. Tatik Yulihari S.sos MM usai mengukur panjang badan balita peserta posyandu Seroja B (Foto: Putra)
Hj. Tatik Yulihari S.sos MM usai mengukur panjang badan balita peserta posyandu Seroja B (Foto: Putra)

Kota Tangerang, BT.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Kecamatan dan Kelurahan kembali melakukan monitoring dan pembinaan terpadu posyandu, moitoring dan pembinaan ini merupakan salah satu program Pemkot Tangerang untuk mewujudkan masyarkat sehat dan berahlakul karimah.

Adapun monitoring yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Karang Tengah dan Kelurahan Pedurenan ada dua titik yaitu posyandu Seroja B yang Berada di RW 09 perumahan Ciledug Indah 2 dan Posyandu yang berada di Kampung Pedurenan, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

Sementara itu, Sekretaris pembinaan posyandu Kelurahan Pedurenan  Hj. Tatik Yulihari S.sos MM mengungkapkan, kalau dirinya baru beberapa kali terjun langsung dalam melakukan monitoring dan pembinaan 12 posyandu yang berada dilingkungan Kelurahan Pedurenan agar dapat lebih memahami kelebihan dan kekurangan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pihak posyandu kepada warga sekitar.

“Saya baru dua kali ikut terjun langsung melakukan monitoring dan pembinaan posyadu ini karena saya ingin tau langsung dimana kekurangan dan kelebihan pelayanan di posyadu agar natinya bisa dibahas dilam rakor yang biasa digelar setiap bulan,” jelas Tatik diruang kerjanya, Selasa (5/5).

Kader Posyandu saat penimbangan balita (Foto: Putra)
Kader Posyandu saat penimbangan balita (Foto: Putra)

Dirinya juga mengatakan, dalam bebrapa monitoring yang diikuti ternyata antusias warga rada kurang dalam memriksakan kesehatannya keposyadu terutama para lansia yang umurnya diatas 50 tahun, dari 500 lebih lansia yang berada dilingkungan RW 09 hanya 20% yang hadir pada setiap kegiatan posyandu Seroja B.

“Entah warganya yang kurang antusias apa kitanya yang kurang sosialisasi? Padahal kalau setiap ada kegiatan pasti dikabari melalui pengeras suara Musollah atau Masjid sebab tidak mungkin kalau kita samper satu persatu karena kegiatan yang dilakukan oleh pihak posyadu memang sudah agenda rutin, contonya para lansia yang berada di RW 09 dari 500 lebih yang datang paling 20% saja itupun orangnya itu-itu juga padahal pemeriksaan geratis tanpa dipungut biaya,” paparnya.

Lebih jauh Tatik menjelaskan, program Pemkot Tangerang sangat bagus prihal Tangerang Sehat agar kita bisa lebih dini mengetahui penyakit yang kita derita dan dapat terus dipantau perkembangan penyakit yang sedang diderita kalau memang tidak bisa ditangani pihak posyandu akan diberikan rujukan ke rumah sakit geratis yang ditunjuk oleh Pemkot tangerang dengan mengunakan kartu Multi Guna.

“Kalo warganya saja engan datang posyadu bagai mana pihak puskesmas bisa memilah warga yang benar-benar pantas menerima kartu Multi Guna, kartu Milti Guna adalah kartu yang diberikan Pemkot Tangerang untuk warga yang memang tidak mampuh untuk ke rumah sakit,” pungkasnya.

(Foto: Putra)
(Foto: Putra)

Hj. Tatik juga berharap, kepada warga agar bisa lebih antusias lagi untuk datang ke posyandu agar dapat bisa mengetahui dan menditeksi penyakit apa yang sedang diderita sebelum penyakit itu menjadi berbahaya terhadap dirinya sendiri, jangan sia-siakan program yang diluncurkan oleh Pemkot Tangerang untuk menuju Tangerang Sehat. (Putra)

Baca Juga :  Warga Sambut Layanan Akte Kelahiran dengan Mobil Keliling