Beranda Berita Terkini Antisipasi Banjir, BPBD Tangsel Gandeng Komunitas Peduli Bencana

Antisipasi Banjir, BPBD Tangsel Gandeng Komunitas Peduli Bencana

BERBAGI
Salah satu pemukiman di Pondok Kacang Timur yang jadi bulan-bulanan banjir bila hujan deras mengguyur Tangsel, poto di ambil tanggal 26 Februari 2014 lalu saat banjir mengepung perumahan warga diwilayah tersebut
Salah satu pemukiman di Pondok Kacang Timur yang jadi bulan-bulanan banjir bila hujan deras mengguyur Tangsel, poto di ambil tanggal 26 Februari 2014 lalu saat banjir mengepung perumahan warga diwilayah tersebut
Salah satu pemukiman di Pondok Kacang Timur yang jadi bulan-bulanan banjir bila hujan deras mengguyur Tangsel, poto di ambil tanggal 26 Februari 2014 lalu saat banjir mengepung perumahan warga diwilayah tersebut

SETU, BTcom — Menghadapi musim penghujan dan dampak yang akan ditimbulkan pasca musim hujan tahun ini, Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mulai siap siaga. Salah satunya adalah menghadapi banjir. Persiapan yang dilakukan yakni dengan menggandeng Komunitas Siaga Bencana (KSB) yang nantinya bakal disebar di daerah-daerah rawan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Uci Sanusi mengatakan Komunitas Siaga Bencana ini berasal dari masyarakat. Anggotanya pun terdiri dari masyarakat yang peduli bencana banjir yang ada di Kota Tangsel.

“Komunitas ini sudah kami beri sosialisasi dan sudah dilengkapi peralatan, seperti alat komunikasi dan perahu karet. Mereka juga diberi briefing soal siaga bencana, dan penanganan pascabencana,” kata Uci ditemui di ruangannya, Selasa (2/12).

Hingga saat ini, diakuinya sudah ada lima komunitas yang sudah digandeng. Antara lain Komunitas Kampung Bulak, Komunitas Pondok Maharta, Komunitas Pesona Serpong, Komunitas Payung Mas dan Komunitas Kayu Gede.

“Komunitas itu memang berada di kawasan banjir yang berulang-ulang terjadi diwilayahnya. Artinya, setiap tahun selalu dilanda banjir. Setiap komunitas, beranggotakan 25 orang,” beber Uci.

Meski begitu, pembentukan komunitas siaga bencana ini diakui Uci bukan tanpa kendala. Salah satu kendala, yakni sulitnya mengumpulkan warga perumahan elit. Padahal, perumahan elit itu setiap tahun selalu dilanda banjir.

“Ya, ada Perumahan BPI (Bukit Pamulang Indah) dan Perumahan Cirendeu Permai. Susah sekali mengumpulkan warga di sana. Padahal, ketua RW di wilayah itu sudah mau datang,” kata Uci.

Uci juga mengimbau kepada masyarakat dan komunitas yang sudah terbentuk, untuk rajin menginfokan perkembangan daerah di lokasi rawan banjir. BPBD Kota Tangsel, diakuinya siap berkoordinasi untuk penanggulangan pascabencana banjir.

Sebagai informasi, BPBD mendata terdapat 24 titik banjir tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangsel. Antara lain Perumahan Pesona Serpong di Kademangan, kawasan perumahan di kecamatan Serpong Utara yakni Villa Mutiara di Jelupang, Kayu Gede I dan II di Paku Jaya. Sedangkan di kecamatan Pondok Aren antara lain, Perumahan Sekretaris Negara di Pondok Kacang Timur, Pondok Maharta di Pondok Kacang Timur, Taman Mangu Permai di Jurang Mangu Barat, Pondok Pucung Indah II dan Makam ABRI. Untuk wilayah Ciputat, yakni Perumahan Pondok Payung Mas, Inhutani, Pondok Hijau, Cirendeu, Bukit Nusa Indah, Griya Bintaro, Ciputat Baru, jalan Arya Putra, Rooswood Garden, jalan Raya Maruga dan terakhir perumahan Puri Bintaro Indah.

Baca Juga :  Sering Diejek Jadi Alasan Guru Ngaji Ingin Ganti Nama ke Pengadilan Tangerang